Haedar Nashir Tekankan Arah Pendidikan Nasional Harus Kembali ke Konstitusi

  • 05 Jul 2026 03:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir menyebut bahwa arah pendidikan nasional perlu dikembalikan pada amanat konstitusi. Pasalnya, implementasi pendidikan di Indonesia saat ini cenderung lebih mengutamakan aspek intelektual.

Kepada awak media, Haedar menyatakan, tujuan pendidikan nasional seharusnya tidak bertumpu pada kecerdasan intelektual belaka, melainkan membentuk pribadi yang utuh dengan menanamkan nilai spiritual. Hal itu pun sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan diperkuat dengan Pasal 31.

“Di Pembukaan UUD 1945 dan diperkuat dengan Pasal 31, pendidikan tujuannya menciptakan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan peradaban,” ucapnya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Akibat kecenderungan fenomena tersebut, kini muncul skema pendidikan yang hanya berorientasi pada pendidikan rohani saja. Hal ini menurutnya justru menjadi sebuah kemunduran.

“Akibatnya, muncul pendulum lain yang mendidik hanya untuk urusan-urusan rohani semata. Itu menjadi sebuah kemunduran juga. Maka perlu dikembalikan sistem pendidikan Indonesia pada konsep dasarnya yakni preambule (Pembukaan UUD 1945) dan Pasal 31 UUD 1945,” ujarnya.

Ia menilai, mengembalikan arah pendidikan sesuai dengan konstitusi tidaklah sulit. Mengingat, konsep dasar sudah tersedia dan hanya perlu dirumuskan oleh pemangku kebijakan.

“Soal strategi, itu hal yang bisa dirumuskan oleh para ahli strategi dalam mencapainya. Soal kebijakan itu lebih mudah lagi, tinggal mengikuti apa yang menjadi konsep dasar itu,” katanya.

Di sisi lain, pria kelahiran Bandung ini juga menyoroti terkait orientasi sejumlah perguruan tinggi yang hanya mengejar jumlah mahasiswa. Sehingga, terkadang kualitas penyelenggaraan pendidikan bisa menjadi kurang optimal.

“Kami pandang keliru kalau kemudian semata-mata mengejar jumlah mahasiswa, kayak bis kota mengejar omprengan. Itu hati-hati, nanti bertumpuk ratusan mahasiswa di sebuah universitas, tapi kemampuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tidak bagus. Nanti akan terjadi kesenjangan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar perguruan tinggi tidak sepenuhnya berfokus pada aspek bisnis. Fokus utama perguruan tinggi lanjut Haedar, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Apalagi kalau itu universitas negeri lalu fokusnya bisnis, hati-hati. Karena tujuan utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa pilih kasih dan pandang bulu. Di situlah perlu reorientasi supaya tidak keliru arah pendidikan Indonesia,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....