Menteri Wihaji: Jangan Sampai Handphone Jadi Keluarga Baru Bagi Anak
- 29 Jun 2026 11:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menilai ponsel atau handphone telah menjadi 'keluarga baru' bagi banyak anak di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena minimnya komunikasi antara orang tua dan anak di rumah.
Wihaji menyebut orang tua rata-rata hanya berbincang sekitar lima hingga sepuluh menit setiap hari dengan anak. Percakapan itu pun umumnya hanya berkisar pada urusan makan, ibadah, atau pekerjaan rumah.
Sebaliknya, anak-anak menghabiskan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam setiap hari bersama telepon genggam. Akibatnya, algoritma media sosial lebih banyak memengaruhi cara berpikir anak dibandingkan komunikasi dengan orang tua.
"Itu ada 8-10 jam keluarga baru kita ngobrol sama anak. Siapa keluarga baru kita ini? Keluarga baru kita ini namanya handphone. Sekarang kalau enggak hati-hati handphone menjadi bapak-bapaknya anak kita. Tidak hanya bapak, bapak ibunya anak kita, dan otaknya algoritmanya sekarang dipengaruhi oleh orang tua baru," ujar Wihaji saat menghadiri diskusi bersama komunitas ayah di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Wihaji, fenomena tersebut terjadi baik di kota maupun di desa. Bahkan, kebiasaan berkumpul bersama keluarga kini sering diwarnai dengan masing-masing anggota keluarga sibuk melihat layar gawai.
Ia mengingatkan masyarakat agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan justru mengendalikan hubungan dalam keluarga. Orang tua diminta menyediakan waktu khusus untuk berbincang dengan anak tanpa gangguan telepon genggam.
"Jangan salahkan anak kalau kita sendiri tidak pernah mengajak mereka berbicara," ujarnya. Ia mengajak para ayah mulai meletakkan handphone sejenak dan membangun komunikasi yang lebih hangat di rumah.
Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk memperkuat ketahanan keluarga. Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....