Bukan Sekadar Tontonan, Jogja Fashion Week Jadi Ruang Belajar bagi Pecinta Fashion
- 16 Agt 2026 05:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Satu per satu model melangkah di atas runway dengan balutan busana yang menghadirkan karakter berbeda. Motif batik dan kain bermotif bergantian dengan siluet busana yang lebih kontemporer, hingga turut menghadirkan penampilan koleksi anak-anak di atas panggung. Setiap penampilan merefleksikan tema budaya tanpa batas - perpaduan kekayaan warisan lokal dengan estetika kontemporer global. Keberagaman tersebut mewarnai rangkaian panggung fashion show yang berlangsung siang itu.
Beragam penampilan tersebut merupakan bagian dari APPMI Fashion Tendance 2027 yang digelar dalam rangkaian Jogja Fashion Week 2026 di Jogja Expo Center, Jumat 14 Agustus 2026. Sebanyak 15 desainer turut menampilkan karya dalam sesi tersebut, yang terdiri atas 14 anggota APPMI DIY dan satu guest star designer dari APPMI Sumatera Utara.
Melalui sesi tersebut, para desainer APPMI DIY menghadirkan karya yang mengembangkan kekayaan wastra Nusantara melalui berbagai pengolahan busana. Karya-karya tersebut berakar pada proses budaya, adat, dan warisan budaya Indonesia, namun ditampilkan dalam karakter yang beragam dan relevan dengan perkembangan fashion.
Salah satu penampilan yang menonjolkan unsur budaya terlihat dalam koleksi MAJALENGKA TI PAYUN by BRAHM ITALIA. Sejumlah model tampil dengan kibaran kain yang menampilkan visual candi, patung, hingga wayang bernuansa Jawa, berpadu dengan pola batik yang turut membentuk karakter busana di atas runway.

Sementara itu, karakter berbeda terlihat dalam koleksi Enom Batik yang mengemas motif batik dalam tampilan yang lebih modern. Model dewasa dan anak-anak melangkah dengan busana bermotif dan berwarna senada, menghadirkan kesan serasi dalam satu tampilan keluarga.
Beragam karakter busana yang tampil di atas runway tersebut tidak hanya menjadi tontonan bagi para pengunjung. Bagi Nasarofa Syahbaniya (27), seorang penjahit asal Purworejo, penampilan para desainer justru menjadi sumber inspirasi untuk terus belajar di dunia fashion. Ia mengaku datang khusus dari Purworejo untuk menyaksikan penampilan para desainer. Ketertarikannya terhadap dunia fashion telah tumbuh sejak menempuh pendidikan di SMK Tata Busana.
“Kan aku biasanya bikin kebaya, biar nggak monoton, jadi tahu juga tren kasual, jenis dan modifikasinya kayak gimana. Jadi biar wawasanku terbuka, aku mempelajari gimana cara desainer bekerja dari karya yang ditampilkan. Ternyata enggak cuma satu tema, tapi banyak tema yang dikembangkan,” ujar Nasa saat ditemui di lokasi.
Selama ini, Nasa menerima pesanan busana secara custom melalui usaha jahit yang dijalankannya di rumah. Pengalaman menyaksikan beragam karya di panggung Jogja Fashion Week, diharapkannya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan jenis busana yang dibuatnya, dari yang selama ini banyak berfokus pada kebaya hingga model busana lain yang lebih beragam. (Naila Siti Aisyatarridho)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....