Siapkan Santri di Dunia Kerja, Kemkomdigi Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi

  • 27 Jun 2026 13:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka peluang kolaborasi dengan pesantren untuk memperluas akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital bagi santri. Program ini diharapkan membekali santri dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja dan industri digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Kemkomdigi telah menyediakan pelatihan digital secara daring yang dapat diikuti santri hingga memperoleh sertifikasi kompetensi.

“Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” ucapnya, Rabu 24 Juni 2026.

Menurutnya, pengebangan keterampilan digital santri penting karena lulusan pesantren memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, tidak hanya sebagai pendakwah atau pengajar agama.

Nezar menyatakan Kemkomdigi siap mendukung peningkatan kapasitas digital di lingkungan pesantren. Selain pelatihan, Kemkomdigi juga mendorong penguatan literasi digital yang berfokus pada pemahaman teknologi baru, seperti kecerdasan artifisial (AI) dan Internet of Things (IoT).

Ia menjelasakan santri perlu memahami penggunaan AI secara kritis dan bertanggung jawab karena teknologi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. "Paling tidak ada literasi tentang bagaimana sih kita menghadapi artificial intelligence ini. Dan saya kira di pesantren itu sangat kontekstual," katanya

Selain itu, Kemkomdigi juga menawarkan kolaborasi melalui program pengembangan talenta digital dan kewirausahaan berbasis teknologi, termasuk Garuda Spark Innovation Hub yang memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun jejaring industri, hingga merintis startup.

Ia berharap kolaborasi dengan pesantren dapat memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang dan pelaku ekonomi digital yang berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....