Harga Pertamax Naik, Pengguna Mulai Atur Pengeluaran

  • 12 Jun 2026 10:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami penyesuaian dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut diperkirakan berdampak pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi utama dalam aktivitas sehari-hari.

Meningkatnya harga BBM membuat sebagian pengguna kendaraan harus menyesuaikan perencanaan keuangan mereka. Pengeluaran untuk kebutuhan transportasi berpotensi bertambah, sehingga masyarakat dituntut lebih cermat dalam mengelola anggaran agar kebutuhan lainnya tetap dapat terpenuhi secara seimbang.

Selain berdampak pada pengeluaran, kenaikan harga Pertamax juga berpotensi memengaruhi pola mobilitas masyarakat. Sejumlah pengguna kendaraan pribadi mulai mempertimbangkan berbagai langkah penghematan, seperti mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, memanfaatkan transportasi umum, melakukan perjalanan bersama, hingga menerapkan pola berkendara yang lebih efisien untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga energi memiliki hubungan erat dengan perilaku konsumsi masyarakat. Ketika biaya operasional kendaraan meningkat, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang telah ditetapkan pemerintah. Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta dinamika pasar energi global. “Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Di tengah kenaikan harga BBM, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan mengelola pengeluaran transportasi. “Penerapan gaya berkendara yang efisien serta perencanaan perjalanan yang lebih baik dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar.

Di sisi lain, kebijakan energi yang diterapkan juga perlu memperhatikan keseimbangan antara keberlanjutan pasokan energi dan kemampuan ekonomi masyarakat,” katanya. Dengan langkah tersebut, dampak kenaikan harga Pertamax diharapkan dapat diminimalkan tanpa mengurangi kebutuhan mobilitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....