Apakah Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Daya Beli Masyarakat?

  • 11 Jun 2026 23:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat setelah PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat. Selain berdampak langsung pada biaya transportasi, kenaikan harga BBM juga berpotensi memicu peningkatan harga berbagai barang dan jasa.

BBM merupakan komponen penting dalam kegiatan distribusi. Ketika harga bahan bakar naik, biaya operasional kendaraan pengangkut barang ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual produk untuk menutupi kenaikan biaya distribusi.

Dampak lainnya adalah meningkatnya tekanan inflasi. Kenaikan biaya transportasi dan logistik dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang digunakan masyarakat sehari-hari. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa kenaikan harga energi memiliki hubungan erat dengan laju inflasi dan biaya hidup masyarakat.

Masyarakat berpenghasilan rendah umumnya menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kenaikan BBM. Sebagian pendapatan rumah tangga harus dialokasikan lebih besar untuk kebutuhan transportasi dan konsumsi harian sehingga daya beli berpotensi menurun.

Selain rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga dapat menghadapi tantangan akibat meningkatnya biaya produksi maupun distribusi. Kenaikan biaya tersebut berpotensi mengurangi keuntungan usaha apabila tidak diimbangi dengan peningkatan penjualan.

Di sisi lain, sejumlah penelitian dan data ekonomi menunjukkan bahwa dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap inflasi dapat lebih terbatas dibandingkan BBM yang digunakan secara luas oleh masyarakat. Hal ini karena pengguna BBM nonsubsidi umumnya berasal dari segmen tertentu dan memiliki porsi konsumsi yang lebih kecil dalam perhitungan inflasi nasional.

Meski demikian, stabilitas harga energi tetap menjadi perhatian penting karena berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, biaya logistik, dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kebijakan penyesuaian harga BBM biasanya disertai langkah-langkah untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....