Menag Apresiasi Peran Umat Buddha dalam Perkuat Kerukunan pada Waisak 2026
- 31 Mei 2026 14:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era sebagai momentum memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.
Menurut Nasaruddin, tema Waisak 2026 Dharma Menjaga Perdamaian Dunia sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang diwarnai berbagai tantangan dan konflik. Ia menegaskan bahwa Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan, tetapi juga pedoman hidup yang menuntun manusia untuk menjunjung nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.
“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah dinamika zaman, termasuk dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin dalam pesan Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menjelaskan, upaya menjaga perdamaian dunia harus dimulai dari diri sendiri melalui penguatan nilai cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan yang harmonis di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia.
Nasaruddin juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kebebasan beragama dan memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman dan nyaman.
“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur sehingga kehidupan beragama harus menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan persatuan.
“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat kerukunan, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....