Masyarakat Perlu Waspada Tranformasi Serangan Siber

  • 23 Apr 2026 16:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bandung - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan jika ancaman siber saat ini telah bertransformasi. Tidak hanya menyasar infrastruktur teknologi, secara sistematis serangan siber juga berupa manipulasi informasi ruang digital dengan target pikiran publik, kohesi sosial, dan kepercayaan nasional.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, dalam kegiatan Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), di Selah Hall Piset Square, Bandung, Kamis 23 April 2026 mengatakan, keamanan siber tidak lagi terbatas pada perlindungan data dan jaringan teknis. Ancaman modern kini hadir dalam bentuk misinformasi, disinformasi, hingga Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI).

"Banyak konflik justru diawali dengan narasi palsu, penggunaan bot, manipulasi algoritma, dan kampanye terkoordinasi di media sosial yang menyasar emosi masyarakat," ujarnya.

Berty menjelaskan bahwa serangan pada sistem teknologi akan melumpuhkan layanan publik. Namun serangan pada kepercayaan masyarakat justru bisa di manipulasi untuk melemahkan masyarakat dan negara. informasi yang dimanipulasi dapat melemahkan fondasi negara secara lebih dalam.

Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, mengajak generasi muda untuk menjadi digital patriot. Peserta didorong

Menghadirkan konten positif yang memperkuat persatuan. Menjadikan portal indonesia.go.id sebagai referensi resmi. Aktif melawan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Brigjen TNI Berty menambahkan, keterlibatan masyarakat luas dalam menjaga ruang siber sejalan dengan konsep Program Pertahanan Semesta yang merupakan amanat RPJMN 2025–2029. Konsep ini menekankan pertahanan nasional yang adaptif dan berbasis partisipasi rakyat.

BSSN berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi digital nasional melalui kolaborasi dengan pakar domestik maupun mitra internasional

Hal ini agar masyarakat memiliki wawasan global dalam menghadapi praktik terbaik keamanan siber.

"Nasionalisme di era digital diwujudkan melalui kepedulian menjaga informasi dan persatuan. Pertahanan negara membutuhkan partisipasi seluruh rakyat," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....