Pemerintah Percepat Eliminasi TB di tengah Tingginya Angka Kasus
- 11 Apr 2026 00:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional menyusul masih tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus menyebut TB masih menjadi tantangan besar karena tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga faktor sosial, ekonomi, gizi, hingga lingkungan.
Benjamin mengungkapkan setiap menit, dua orang terinfeksi TB dan setiap empat menit, satu orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia dengan lebih dari satu juta kasus setiap tahun.
“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujar Wamenkes.
Sebagai langkah percepatan eliminasi, pemerintah mendorong deteksi dini secara masif melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang ditargetkan menjangkau 130 juta masyarakat pada tahun 2026. Upaya lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TB, serta peningkatan peran masyarakat dan kader kesehatan.
Sementara itu, Perwakilan WHO Indonesia, Setiawan Jati Laksono mengatakan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia. Data tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 118 ribu kematian akibat TB pada orang tanpa HIV serta 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.
Ia menilai TB masih menjadi ancaman global meski berbagai kemajuan telah dicapai, sehingga diperlukan komitmen politik dan dukungan pendanaan nasional yang kuat untuk mempercepat eliminasi penyakit tersebut.
“TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,” ujarnya.
WHO juga menyoroti sejumlah tantangan, antara lain kasus TB yang belum terdiagnosis, TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.
Meski demikian, harapan eliminasi TB tetap terbuka melalui berbagai inovasi kesehatan, termasuk pengembangan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TB, serta 18 kandidat vaksin yang saat ini tengah dikembangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....