Intip Inovasi Teknologi Percetakan Terbaru di Jogja Printing Expo 2026
- 08 Apr 2026 22:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jogja Printing Expo 2026 resmi dibuka Rabu, 8 April 2026 dan akan berlangsung hingga, Sabtu, 11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Krista Exhibitions Group, pameran ini kembali menjadi wadah strategis bagi pelaku industri grafika untuk menampilkan perkembangan teknologi terbaru, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan nasional.
Kehadiran pameran ini tidak hanya menegaskan peran Yogyakarta sebagai pusat potensial industri grafika, tetapi juga mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang semakin relevan bagi kebutuhan industri modern.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim dalam sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2026 merupakan wujud komitmen Krista Exhibitions dalam mendorong kemajuan industri percetakan nasional. Menurutnya, Krista Exhibitions ingin menghadirkan teknologi terbaru lebih dekat kepada pelaku kreatif, UMKM, serta pasar potensial di Yogyakarta.
Daud menyampaikan, pameran ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat koneksi bisnis, memperluas pertukaran pengetahuan, serta memperkenalkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Jogja Printing Expo merupakan pembuka dari rangkaian pameran yang akan digelar diberbagai wilayah di Indonesia pada tahun ini.
“Kami berharap sinergi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri percetakan Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan 35 peserta, termasuk 15 UMKM, yang menampilkan rangkaian teknologi percetakan terdepan. Inovasi yang dipamerkan mencakup mesin digital printing beresolusi tinggi dengan kemampuan reproduksi warna yang lebih presisi, konsistensi kualitas yang stabil, serta efisiensi penggunaan tinta yang semakin optimal.
Teknologi CMYK+ yang ditampilkan juga menjadi solusi tepat bagi kebutuhan cetak komersial, fotografi, hingga produksi kemasan premium yang terus berkembang. Produsen mesin percetakan menampilkan mesin offset, rotogravure, dan flexo modern yang telah dilengkapi sistem otomasi, pengaturan tinta digital, konsumsi energi rendah, serta integrasi IoT untuk pemantauan dan kontrol produksi secara real-time.

Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengapresiasi atas digelarnya Jogja Printing Expo 2026. Bahkan Yogyakarta dipilih untuk rencana pelaksanaan pameran yang digelar Krista Exhibitions dua kali pada tahun ini.
"Kami mengucapkan terima kasih dan mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta kami mendukung penuh event ini," ucapnya.
Dengan adanya Jogja Printing Expo ini Hasto mengharapkan, semakin mendorong munculnya sumber daya manusia yang menjadi potensi utama Yogyakarta sebagai daerah yang mengandalkan sektor budaya, pariwisata, dan pendidikan. Termasuk meningkatkan kreativitas masyarakat didukung adanya pusat desain satu-satunya di Indonesia, Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta.
"Karena di Yogyakarta ini banyak sekali seniman, budayawan, dan banyak orang yang sangat kreatif. Suatu saat mungkin Jogja Printing Expo bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, sehingga diharapkan masyarakat bisa terpacu untuk lebih produktif, " ujarnya.
Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), A Mughira Nurhani mengungkapkan, pelaku usaha percetakan 80 persen merupakan UMKM. Sehingga melalui Jogja Printing Expo diharapkan semakin mendekatkan sinergi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produknya.
"Sehingga dengan digabungnya pameran Jogja Printing Expo, Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2026, dapat memberikan kesempatan kepada teman-teman percetakan di Jogja untuk berkolaborasi dengan industri Food and Beverage di Jogjakarta," ucapnya.
Sementara, beberapa peserta pada Jogja Printing Expo 2026 juga menghadirkan teknologi UV-curing dan hybrid printing yang memungkinkan pencetakan pada berbagai media, termasuk akrilik, kaca, aluminium, kayu, hingga material bertekstur. Solusi ini mendukung peningkatan layanan personalisasi yang kini menjadi tren di pasar kreatif dan UMKM.
Pameran menampilkan rangkaian mesin label digital berkecepatan tinggi, printer flexo berpresisi tinggi, serta teknologi penyelesaian seperti embossing, hot stamping, cold foil, dan efek holografik untuk meningkatkan nilai visual dan daya tarik branding produk. Peserta juga menghadirkan solusi finishing seperti mesin laminasi gloss dan matte, die-cutting otomatis, mesin binding komersial yang semakin dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah produk cetak.
Sejalan dengan tren global keberlanjutan, beberapa peserta memperkenalkan tinta berbasis air, material recyclable, serta mesin berdaya listrik rendah untuk mendukung industri percetakan yang lebih ramah lingkungan.
Jogja Printing Expo 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2026. Kehadiran empat pameran ini dalam satu lokasi memperkuat integrasi antar sektor industri, khususnya percetakan, pengemasan, dan makanan-minuman, serta membuka peluang kerja sama lintas sektor yang lebih luas.
Program Business Matching kembali menjadi salah satu agenda utama dan dirancang untuk mempertemukan peserta dengan investor, distributor, serta penyedia teknologi yang memiliki relevansi langsung terhadap kebutuhan industri. Melalui pertemuan terkurasi ini, pelaku usaha diharapkan dapat menjalin kemitraan baru serta memperluas jaringan usaha secara efektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....