Setia Menjaga Resep Turun-Temurun Demi Cita Rasa Khas Cucur Girikerto
- 02 Okt 2026 22:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Di tengah gempuran berbagai kuliner modern, eksistensi makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Salah satunya adalah kue cucur khas Kalurahan Girikerto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, yang hingga kini masih dipertahankan oleh seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Parjiem.
Berbeda dengan kue cucur pada umumnya yang kerap dijumpai di Yogyakarta dengan dominasi warna cokelat dan bagian atas berwarna kuning, kue cucur buatan Parjiem memiliki ciri khas tersendiri dengan warna putih. Kue tradisional ini diolah menggunakan bahan-bahan pilihan yang terjaga keasliannya.
- Bahan Baku Berkualitas: Kue cucur Girikerto terbuat dari tepung beras murni yang diproses dari beras pilihan dan digiling sendiri, bukan menggunakan tepung instan.
- Pemanis Alami: Adonan dipadukan dengan gula jawa putih lokal yang disisir secara manual menggunakan pisau, serta tambahan buah kelapa dengan takaran yang disesuaikan ukuran kelapanya.
Proses Pembuatan Tradisional: Pembuatan kue ini membutuhkan ketelatenan tinggi, mulai dari pencampuran bahan, pengulenan, hingga proses fermentasi sederhana dengan mendiamkan adonan selama satu hari satu malam tanpa tambahan air.

Menariknya, kue cucur buatan Parjiem memiliki ketahanan yang cukup lama.(Foto:RRI/Titik)
Proses penggorengan kue cucur khas Girikerto ini juga dilakukan satu persatu menggunakan wajan besi khusus yang berat dan berukuran kecil. Sebelum digoreng, adonan kental yang telah menyatu perlu dicairkan secara bertahap menggunakan sedikit demi sedikit air.
Menariknya, kue cucur buatan Parjiem memiliki ketahanan yang cukup lama. Dalam kondisi divakum dan disimpan di dalam lemari es (freezer), kue ini mampu bertahan hingga satu bulan dan dapat dihidangkan kembali setelah dikukus terlebih dahulu.
Dalam menjalankan usahanya, Parjiem menerapkan sistem pemesanan terlebih dahulu (pre-order) karena proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Pemesanan biasanya dilayani minimal 5 hari sebelum hari pelaksanaan acara.
Saat musim hajatan tiba, permintaan kue cucur bisa meningkat tajam, di mana Parjiem bersama tenaga kerja bantuannya mampu memproduksi hingga 600 biji kue dalam sehari.
Meski juga memiliki keterampilan sampingan di bidang menjahit serta aktif dalam kelompok UMKM setempat, Parjiem tetap berkomitmen penuh untuk merawat dan melestarikan usaha kue cucur ini. Baginya, kue cucur Girikerto bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan resep turun-temurun dari sang ibunda yang wajib dijaga keaslian dan kelestariannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....