Tren Kimpul Viral Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Pangan Lokal
- 09 Agt 2026 06:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Umbi kimpul yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan tradisional mendadak menjadi perbincangan di media sosial, khususnya TikTok. Tren tersebut bermula dari unggahan seorang kreator asal Bantul dengan akun @black.sheep8208 yang kerap membagikan berbagai kreasi masakan. Alih-alih menggunakan bahan utama seperti pada resep aslinya, ia justru menggantinya dengan kimpul sehingga melahirkan kalimat khas, "Tapi karena saya tidak punya, jadi saya ganti kimpul," yang kini viral di berbagai platform media sosial.
Konten kreatif tersebut berhasil menarik perhatian warganet karena memadukan unsur humor dengan kreativitas memasak. Dalam berbagai unggahannya, kimpul diolah menjadi beragam menu, mulai dari mashed potato, dumpling lasagna, cikuro, hingga camilan kekinian. Keunikan konsep tersebut membuat banyak pengguna TikTok penasaran sekaligus mengenal kembali salah satu bahan pangan lokal yang mulai jarang diperbincangkan.
Popularitas konten tersebut terus meningkat hingga melahirkan berbagai julukan dari warganet, seperti "Duta Kimpul" maupun "Duta Ketahanan Pangan". Kalimat "saya ganti kimpul" kemudian berkembang menjadi tren yang ditiru oleh banyak kreator. Tidak hanya digunakan dalam konten memasak, frasa tersebut juga dipakai sebagai bahan parodi untuk berbagai situasi sehari-hari yang mengundang tawa. "Tapi karena saya tidak punya, jadi saya ganti kimpul," ujarnya dalam salah satu video yang kemudian menjadi ciri khas kontennya.
Fenomena tersebut memicu lahirnya berbagai versi parodi dari kreator lain. Salah satunya datang dari akun TikTok @dinotsuji yang membuat konten humor dengan mengaitkan kimpul pada berbagai keinginan yang sulit diwujudkan. "Saya mau nonton konser BTS, tapi karena saya tidak punya uang, jadi saya ganti dengan kimpul," katanya dalam video yang turut ramai dibagikan warganet.
Di balik unsur komedi yang mendominasi tren tersebut, sejumlah pihak menilai fenomena viral ini membawa dampak positif terhadap promosi pangan lokal. Kimpul yang sebelumnya hanya dikenal di kalangan tertentu kini kembali menjadi bahan pembicaraan masyarakat luas. Tidak sedikit generasi muda yang mulai mencari tahu bentuk, manfaat, hingga cara mengolah umbi tersebut setelah melihat konten-konten viral di media sosial.
Pengamat media sosial menilai tren ini menunjukkan bahwa kreativitas konten digital mampu menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal kepada masyarakat. Dengan pendekatan yang ringan dan menghibur, sebuah komoditas tradisional dapat kembali memperoleh perhatian publik tanpa harus melalui kampanye promosi yang bersifat formal.
Fenomena "saya ganti kimpul" menjadi bukti bahwa media sosial tidak hanya mampu melahirkan tren hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi pelestarian budaya dan pangan lokal. Berkat kreativitas seorang kreator asal Bantul, umbi yang sebelumnya kurang dikenal kini kembali populer dan berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sekaligus mengapresiasi kekayaan pangan tradisional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....