Ayam Guling Busan Hadirkan Cita Rasa Korea di Yogyakarta
- 04 Agt 2026 11:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Usaha kuliner Ayam Guling Busan menghadirkan sensasi berbeda bagi pencinta olahan ayam dan bebek di Yogyakarta. Mengusung konsep pemanggangan tanpa minyak berlebih dipadu bumbu khas Korea, usaha yang berdiri sejak masa pandemi COVID-19 ini menarik perhatian masyarakat dan wisatawan di Jalan Jogja–Solo, Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Pemilik Ayam Guling Busan Hartono Wijaya mengatakan ide usahanya berawal dari keinginan menghadirkan menu yang belum banyak ditemukan di Yogyakarta. Berbekal pengalaman bekerja sebagai juru masak di Kota Gimhae, Busan, Korea Selatan selama lima tahun, ia mengembangkan resep bumbu khas Korea yang disesuaikan dengan lidah lokal.
"Awalnya kami melihat konsep ayam guling seperti ini masih belum ada di Yogyakarta. Dari pengalaman bekerja di Korea, saya mencoba mengembangkan resep sendiri sehingga lahirlah Ayam Guling Busan," ujarnya.

Keunikan menu ini terletak pada proses pengolahannya. Ayam broiler berbobot sekitar sembilan ons dipanggang mengoperasikan mesin rakitan selama lebih dari satu jam. Setelah matang, ayam kembali diolesi saus racikan khusus sebelum dipanggang ulang agar bumbu meresap sempurna. Selain ayam, tersedia pula pilihan menu bebek peking dengan metode serupa.
Menurut Hartono, teknik pemanggangan menghasilkan sajian yang lebih sehat dibandingkan proses penggorengan. Kandungan minyak yang lebih sedikit membuat daging tetap lezat tanpa meninggalkan kesan berminyak.
Salah seorang pengunjung asal Sleman Yogi menyampaikan bahwa tekstur daging yang disajikan terasa sangat lembut dan kaya rasa.

Selain cita rasa, penggunaan mobil sebagai sarana berjualan menjadi keunggulan tersendiri untuk memudahkan mobilitas saat mengikuti ajang tertentu. Saat ini Ayam Guling Busan menawarkan ayam guling utuh seharga Rp60 ribu lengkap dengan sambal dan lalapan, sedangkan bebek peking dibanderol Rp85 ribu per ekor. Tersedia pula pilihan setengah porsi serta layanan pemesanan daring.
"Tantangan terbesar sekarang adalah ketika harga ayam naik. Dulu harga ayam masih lebih rendah, sekarang kami menyesuaikan harga menjadi Rp60 ribu, tetapi kualitas dan ukuran tetap kami pertahankan," katanya.
Dalam operasional harian, Ayam Guling Busan mampu menghabiskan 15 hingga 25 ekor ayam per hari pada hari biasa. Jumlah penjualan meningkat signifikan pada akhir pekan maupun musim liburan, dengan rekor tertinggi mencapai 109 ekor ayam dalam sehari saat libur Idulfitri.
Ke depan, Hartono berencana membuka cabang di lokasi yang lebih strategis sekaligus menghadirkan konsep paket porsi nasi agar lebih terjangkau.

Sementara itu, salah seorang pembeli Niko mengaku tertarik mencoba karena konsepnya yang terbilang unik di kawasan Sleman.
"Saya penasaran karena konsepnya unik. Ini baru pertama kali beli, semoga rasanya enak dan nanti bisa jadi langganan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....