Kuliner Jenang Tradisional Pasar Ngasem Yogyakarta Tawarkan 9 Varian Rasa

  • 08 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jenang Yu Jumilah di Pasar Ngasem, Yogyakarta, menjadi salah satu kuliner tradisional yang ramai dikunjungi setelah banyak direkomendasikan di TikTok. Tak hanya viral di media sosial, lapak ini juga dinilai berperan dalam melestarikan jajanan tradisional karena menyajikan sembilan varian jenang dalam satu tempat.

Salah satu pengunjung, Sausan, mengaku datang setelah melihat rekomendasi di TikTok. Ditambahkan Sausan, keunikan Jenang Yu Jumilah tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga kelengkapan pilihan jenang yang sulit ditemukan di tempat lain.

"Yang bikin beda, tidak semua penjual jenang menjual sembilan rasa di waktu yang sama. Kalau tidak ada Pasar Ngasem, susah banget cari satu lokasi yang jual berbagai jenis makanan tradisional," ujar Sausan, Selasa 7 Juli 2026.

Pengunjung lainnya, Sharlyn, mengatakan kuliner tradisional seperti jenang seharusnya tidak hanya diminati ketika sedang viral. Ia berharap masyarakat ikut menjaga keberadaan jajanan khas daerah agar tetap lestari.

"Wajib untuk dilestarikan. Jangan cuma FOMO saja, tapi harus dicoba karena ini sesuatu yang lokal dan masih sangat tradisional," katanya.

Pengelola Jenang Yu Jumilah, Dita, menjelaskan lapaknya menyediakan sembilan varian jenang, yaitu sumsum original, sumsum pandan, mutiara, candil ketan, lobe-lobe berisi ubi dan nangka, candil singkong, pati telo, ngangrang berbahan ketan putih yang dimasak dengan jahe, cengkeh, dan kayu manis, serta ketan hitam.

Seluruh varian tersebut dijual dengan harga Rp11.000 untuk makan di tempat dan Rp15.000 untuk dibawa pulang.

Menurut Dita, menu yang paling banyak dicari pelanggan adalah lobe-lobe, karena hanya tersedia di Jenang Yu Jumilah. "Itu sudah legend banget. Di I cuma ada di kita aja," ujarnya.

Keberadaan Jenang Yu Jumilah di Pasar Ngasem menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Yogyakarta masih memiliki tempat di hati masyarakat maupun wisatawan. Dengan sembilan pilihan jenang dalam satu lapak, tempat ini tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga ikut mendukung pelestarian jajanan tradisional yang semakin jarang ditemui. (Fatimah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....