Semar Mendem, Kue Tradisional Sarat Filosofi dengan Proses Pembuatan Unik

  • 30 Apr 2026 22:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Semar mendem merupakan salah satu makanan tradisional khas Jawa yang memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner masyarakat. Nama “Semar Mendem” sendiri dipercaya terinspirasi dari tokoh punakawan Semar yang melambangkan kesederhanaan namun kaya makna.

Makanan ini biasanya hadir dalam berbagai acara adat dan hajatan sebagai simbol kebersamaan. Seiring waktu, semar mendem juga mulai dikenal sebagai jajanan yang bisa dinikmati dalam keseharian.

Bahan utama semar mendem terdiri dari beras ketan yang dimasak hingga pulen dan gurih. Isian di dalamnya umumnya berupa daging ayam suwir yang telah dibumbui dengan rempah-rempah khas Nusantara.

Proses pembuatannya dimulai dengan merendam beras ketan sebelum dikukus hingga setengah matang. Setelah itu, ketan dicampur santan dan dikukus kembali hingga matang sempurna dan memiliki tekstur yang lembut.

Sementara itu, isian ayam dimasak dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan santan hingga meresap. Proses ini menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis yang menjadi ciri khas semar mendem.

Setelah semua bahan siap, ketan dibentuk dan diisi dengan ayam suwir, lalu dibungkus menggunakan dadar telur tipis. Pembungkusan ini menjadi pembeda utama semar mendem dengan makanan tradisional lain seperti lemper.

Salah satu pecinta Semar Mendem, Riri mengatakan, semakin tertarik dengan keunikan rasa dan tampilan dari semar mendem. “Ada semar mendem yang dibakar ada juga yang bentuk segitiga, yang pasti rasnya enak dan pulen,” katanya, Kamis, 30 April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....