Sensasi Live Cooking di Pasar Ngasem Tarik Minat Pembeli

  • 31 Mar 2026 05:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aktivitas memasak langsung atau live cooking menjadi daya tarik tersendiri di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta. Di balik ramainya pembeli, proses produksi yang dilakukan secara langsung justru menjadi tantangan bagi para pedagang karena membutuhkan waktu lebih lama.

Di sejumlah lapak jajanan tradisional di Pasar Ngasem, pengunjung tidak hanya membeli, tetapi juga menyaksikan proses pembuatan makanan secara langsung. Hal ini menghadirkan pengalaman menarik bagi pembeli.

Doni, penjual kue apem beras Bu Wanti mengatakan seluruh dagangannya dibuat langsung di lokasi agar pembeli bisa melihat proses pembuatannya. "Semua dimasak langsung di sini, jadi pembeli bisa lihat prosesnya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, konsep live cooking ini justru menjadi daya tarik bagi pembeli. Terlebih pada momen libur Lebaran, di mana penjualan meningkat signifikan.

Doni mengungkapkan, penjualan selama libur Lebaran bahkan bisa meningkat hingga lima kali lipat dibanding hari biasa. Namun, di balik tingginya permintaan, sistem memasak langsung juga membuat produksi tidak bisa dilakukan secara cepat dalam jumlah besar.

Hal serupa juga disampaikan penjual wingko Pasar Ngasem, Anto. Ia mengatakan, meski permintaan meningkat hingga dua kali lipat saat libur Lebaran, proses produksi tetap terbatas karena harus dimasak satu per satu.

"Untuk peningkatan selama libur Lebaran mungkin dua kali lipat, tidak bisa lebih karena kita masaknya langsung, live cooking, dan butuh waktu lama untuk matang, sekitar 15 menit," katanya.

Selain itu, waktu operasional pasar yang hanya buka hingga siang hari juga menjadi faktor terbatasnya jumlah produksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....