Beban Penyakit Kusta di Indonesia Masih Tinggi
- 15 Mei 2024 21:18 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Indonesia masih harus terus berjuang melawan kusta. Berdasarkan data di Indonesia masih ada 14 ribu lebih kasus baru penyakit kusta pada tahun 2023. Meskipun menurut Analis Kebijakan Pusat Dan Sistem Strategi Kesehatan Kementerian Kesehatan Hana Krismawati karakteristik penyakit ini masih mengelompok.
“Per 2023 WHO masih melaporkan 200 ribu kasus baru di 120 negara, di Indonesia masih punya 14.376 kasus,” katanya pada acara Tropmed Talk on Stage: Apa Kabar Kusta Pascapandemi di FKKMK UGM, Rabu (15/5/2024).
Menurutnya berdasarkan data kusta masih banyak ditemukan di Indonesia timur, juga Sulawesi dan Jawa Timur. Di Papua menurutnya prevalensinya kecil karena besaran penduduknya tidak sebanyak Jawa Timur.
“Tapi Jawa Timur itu komulatif kasusnya tinggi,” katanya.
Sejumlah hal menjadi penyebab kasus kusta ini sulit untuk ditangani. Pertama yakni karena adanya stigma di masyarakat dan mereka yang terkena kusta itu sendiri. Orang dengan kusta cenderung menarik dirinya, sehingga orang di lingkungan sekitarnya tidak memahami.
“Jadi tidak segera diobati dan dampaknya untuk diri sendiri berisiko cacat permanen dan dampak berikutnya membuat transmisi jalan terus. Jadi, kalau ada penderita harus segera didorong melakukan pengobatan,” ujarnya.
Hal lain yang membuat penanganan kusta ini sulit adalah komplikasi dalam penanganannya. Karena harus melibatkan banyak dokter dari berbagai bidang. Selain itu untuk berobat mereka membutuhkan waktu dan biaya serta seringkali harus meninggalkan pekerjaan. Hal ini membuat produktivitas mereka menurun.
“Di Indonesia juga ada pengobatan kusta yang menyebabkan alergi dan ini sangat khas di Indonesia karena genetis,” kata Hana. (par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....