Sering Makan Berlebihan? Awas, Mungkin Gejala Binge Eating Disorder

  • 30 Sep 2026 20:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pernahkah Anda mendapati diri sendiri makan dalam porsi sangat besar secara berlebihan, sulit menahan dorongan untuk berhenti, lalu mengkonsumsinya secara sembunyi-sembunyi? Setelah makanan habis, bukannya merasa puas, Anda justru merasa bersalah, malu, hingga jijik pada diri sendiri sampai enggan bertemu orang lain.

Kondisi tersebut bukan sekadar kebiasaan makan yang buruk atau kurang disiplin. Pola seperti ini mengarah pada gejala Binge Eating Disorder (BED), sebuah gangguan perilaku makan yang seringkali tidak disadari penderitanya.

Melalui kanal YouTube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan gejala-gejala khas BED yang perlu dikenali agar kondisi ini tidak terus dibiarkan tanpa penanganan.

Ciri Perilaku Makan

Dari sisi perilaku, tanda yang paling mencolok dari BED adalah mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat besar dalam waktu singkat. Penderitanya sering kali makan dengan sangat cepat bahkan ketika tubuh sebenarnya sama sekali tidak merasa lapar.

Gejala lainnya meliputi:

  • Makan hingga terlalu kenyang: Penderita terus makan sampai perut terasa sangat penuh, tidak nyaman, atau bahkan sakit.
  • Makan sembunyi-sembunyi: Rasa malu membuat penderita memilih makan sendirian. Tak jarang, mereka sengaja menyembunyikan atau menimbun stok makanan khusus untuk dikonsumsi secara diam-diam.

Berbeda dengan gangguan bulimia, penderita BED tidak melakukan tindakan kompensasi setelah makan berlebihan. Mereka tidak memuntahkan kembali makanannya, tidak menggunakan obat pencahar, dan tidak berolahraga secara ekstrem setelahnya. Hal inilah yang kerap membuat kondisi kesehatan fisik penderita memburuk dari waktu ke waktu.

Dampak Emosional dan Psikologis

Tak hanya memengaruhi fisik, BED juga memberikan beban emosional yang amat berat. Ciri utamanya adalah perasaan hilang kendali saat episode makan berlangsung, yang kemudian diikuti rasa bersalah, malu, dan jijik pada diri sendiri.

Selain itu, gejala emosional lain yang kerap muncul antara lain:

  • Munculnya gangguan kecemasan (anxiety) dan depresi.
  • Perasaan tidak berdaya dan sering berpikiran negatif terhadap bentuk tubuh maupun berat badan sendiri.
  • Kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, terutama pada acara yang melibatkan kegiatan makan bersama.

Kombinasi dampak psikologis ini kerap membuat penderita semakin terisolasi, sehingga kondisinya makin sulit terdeteksi oleh orang-orang terdekat.

Saddam mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap tanda-tanda ini, baik bagi diri sendiri maupun orang di sekitar. Semakin cepat gejala BED dikenali, semakin besar pula peluang penderita untuk mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang tepat sebelum berdampak lebih jauh pada kesehatan fisik maupun mentalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....