Antibiotik Bukan Obat Flu, Begini Penjelasan Dokter

  • 30 Sep 2026 08:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Antibiotik masih kerap dianggap sebagai obat yang dapat mempercepat kesembuhan saat seseorang mengalami flu, batuk, dan pilek. Padahal, penggunaan antibiotik tidak selalu diperlukan, terutama jika keluhan disebabkan oleh infeksi virus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Adi Purnomo, Sp.PD, melalui unggahan di akun instagramnya @adi.internist, menjelaskan bahwa flu berbeda dengan batuk pilek biasa. Ia menyebut, flu atau influenza merupakan infeksi saluran napas yang disebabkan oleh virus influenza, terutama influenza A dan B.

“Antibiotik tidak membunuh virus flu. Antibiotik bekerja terhadap bakteri, bukan virus influenza. Centers for Disease Control and prevention (CDC) secara tegas menyatakan antibiotics will not treat flu,” tulis dr. Adi Purnomo dalam unggahannya.

Ia juga menjelaskan, anggapan bahwa flu sembuh setelah mengonsumsi antibiotik selama beberapa hari belum tentu menunjukkan bahwa obat tersebut menjadi penyebab kesembuhan. “Kalau ada pasien bilang sembuh setelah minum antibiotik tiga hari, kemungkinan waktunya saja yang bertepatan dengan pemberian antibiotik,” ucapnya.

Meski demikian, antibiotik tetap dapat diberikan dalam kondisi tertentu. Menurut dr. Adi, antibiotik dapat digunakan pada pasien dengan pneumonia bakterial, koinfeksi bakteri yang dicurigai, maupun ketika terjadi perburukan klinis atau komplikasi tertentu. Pemberiannya perlu berdasarkan indikasi dan penilaian dokter.

Dr. Adi juga mengingatkan pentingnya memahami penggunaan antibiotik karena influenza dapat terus beredar. “WHO menyatakan influenza di wilayah tropis dapat beredar sepanjang tahun, dengan pola musiman yang berbeda-beda. Antibiotik yang tidak terkontrol akan meningkatkan risiko resistensi terhadap antibiotik,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan antibiotik bukan obat yang diberikan hanya karena seseorang mengalami demam, batuk, pilek, atau berdahak. “Jadi, antibiotik diberikan karena indikasi bakteri, bukan sekadar karena demam, batuk, pilek atau berdahak. Konsultasikan ke dokter apakah Anda saat ini perlu dapat antibiotik atau tidak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....