Makan Sambil Main Ponsel Mampu Merusak Fokus Otak
- 29 Sep 2026 22:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Makan sambil menonton televisi, YouTube, atau menggulir media sosial melalui ponsel kini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan bagi sebagian orang. Kehadiran tontonan dianggap membuat waktu makan terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Bahkan, ada orang yang merasa kurang menikmati makanan jika tidak disertai aktivitas lain melalui layar.
Namun, kebiasaan tersebut membuat otak harus membagi perhatian antara makanan dan berbagai informasi yang muncul dari perangkat digital. Aktivitas makan yang seharusnya menjadi kegiatan sederhana akhirnya dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain yang membutuhkan perhatian. Berbagai gambar, suara, notifikasi, hingga perubahan konten di layar menjadi rangsangan tambahan yang harus diproses otak.
| Baca juga: Makan Jeruk setelah Makan, Adakah Efeknya? |
Otak manusia memang memiliki kemampuan untuk menangani beberapa aktivitas dalam waktu yang berdekatan. Meski demikian, perpindahan perhatian secara terus-menerus dari satu aktivitas ke aktivitas lain dapat meningkatkan beban kerja kognitif. Multitasking sesekali masih mungkin dilakukan, tetapi menjadikannya kebiasaan dalam berbagai aktivitas sehari-hari dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mempertahankan fokus.
Dokter Tirta menjelaskan kebiasaan multitasking secara terus-menerus dapat memberikan beban tambahan pada bagian otak yang berperan dalam fungsi eksekutif dan pengelolaan perhatian. “Multitasking yang dilakukan secara terus-menerus berdasarkan paper itu meningkatkan beban kerja otak di korteks prefrontal sehingga memperpendek attention span serta menurunkan kapasitas memori kerja,” kata dr Tirta.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan menerima banyak rangsangan secara bersamaan dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan fokus. Otak menjadi terbiasa berpindah perhatian dengan cepat sehingga mempertahankan konsentrasi pada satu aktivitas dalam waktu tertentu dapat terasa lebih sulit. Saat makan sambil menatap layar, perhatian terhadap makanan pun berpotensi berkurang karena sebagian fokus terserap oleh konten yang sedang ditonton.
Selain memengaruhi perhatian, makan tanpa distraksi dapat memberikan kesempatan bagi seseorang untuk lebih menyadari aktivitas yang sedang dilakukan. Menjauhkan ponsel dan mematikan tayangan selama makan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi rangsangan yang diterima otak. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu seseorang menikmati makanan dengan lebih sadar tanpa terus-menerus berpindah focus.
Karena itu, mengurangi kebiasaan makan sambil menonton atau bermain ponsel dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memberi jeda bagi otak dari berbagai rangsangan digital. Tidak harus langsung menghilangkan kebiasaan tersebut sepenuhnya, masyarakat dapat mulai dengan menyediakan waktu makan tanpa layar selama beberapa menit. Dengan begitu, aktivitas makan dapat menjadi momen untuk beristirahat sejenak dari perangkat digital sekaligus melatih kembali kemampuan memberikan perhatian pada satu aktivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....