Jeda Minum Teh agar Zat Besi Terserap Optimal
- 21 Sep 2026 19:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kebiasaan minum teh setelah makan telah menjadi bagian dari keseharian banyak masyarakat. Teh tawar maupun teh manis kerap dipilih sebagai minuman pendamping setelah menyantap makanan karena dianggap menyegarkan. Namun, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga kecukupan zat besi dalam tubuh.
Menurut dr. Ihsan, teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Padahal, zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh, salah satunya untuk mendukung proses pembentukan darah. “Teh itu mengandung tanin, tanin itu bisa menghambat penyerapan zat besi,” kata dr. Ihsan.
Zat besi yang diperoleh dari makanan perlu diserap tubuh agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain berperan dalam pembentukan darah, zat besi juga berkaitan dengan berbagai proses metabolisme tubuh. Asupan zat besi yang tidak tercukupi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi dan anemia, terutama pada kelompok yang kebutuhan zat besinya lebih tinggi.
Karena itu, kebiasaan langsung minum teh setelah makan sebaiknya mulai diperhatikan. Bukan berarti masyarakat harus menghindari teh sepenuhnya, tetapi waktu konsumsinya perlu diatur agar tidak berdekatan dengan waktu makan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan dengan lebih baik.
dr. Ihsan menyarankan masyarakat memberikan jeda waktu sebelum menikmati teh setelah makan. Jeda tersebut dapat menjadi pilihan bagi mereka yang tetap ingin mempertahankan kebiasaan minum teh tanpa mengganggu penyerapan zat besi dari makanan. “Minum tehnya dikasih jeda waktu sekitar 1-2 jam,” ujar dr. Ihsan.
Sebagai alternatif minuman setelah makan, masyarakat dapat memilih air putih. Pilihan lainnya adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi, khususnya zat besi non-heme yang banyak ditemukan pada sumber pangan nabati.
Dengan demikian, kebiasaan minum teh tetap dapat dilakukan, tetapi waktu konsumsinya perlu diperhatikan. Memberikan jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga dianjurkan memperhatikan pola makan secara keseluruhan agar kebutuhan zat besi dan nutrisi penting lainnya tetap terpenuhi secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....