Kurang Tidur Ganggu Konsentrasi dan Daya Ingat

  • 10 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kurang tidur tidak hanya membuat seseorang mengantuk pada siang hari, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan mempertahankan konsentrasi dan mengingat informasi.

Temuan tersebut terlihat dalam systematic review dan meta-analysis yang menganalisis 44 penelitian mengenai dampak pembatasan tidur selama satu malam.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine Reviews itu menemukan, pembatasan waktu tidur menjadi dua hingga enam jam meningkatkan rasa mengantuk secara signifikan.

Selain rasa mengantuk, pembatasan waktu tidur juga berkaitan dengan menurunnya kemampuan seseorang dalam mempertahankan perhatian.

Kondisi tersebut ditandai dengan waktu reaksi yang menjadi lebih lambat. Seseorang juga lebih sering mengalami kehilangan fokus atau attention lapses setelah mengalami pembatasan tidur.

Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kurang tidur tidak hanya dirasakan dalam bentuk kelelahan secara fisik. Berkurangnya waktu tidur juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk tetap fokus ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Konsentrasi yang terganggu dapat menjadi persoalan ketika seseorang harus melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian dalam waktu tertentu. Misalnya saat belajar, bekerja, membaca, maupun menjalankan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian.

Penelitian lain turut menemukan adanya hubungan antara durasi tidur dan kemampuan membentuk memori. Analisis terhadap 39 laporan dengan melibatkan 1.234 peserta membandingkan durasi tidur tiga hingga enam setengah jam dengan tujuh hingga sebelas jam.

Hasil analisis menunjukkan, durasi tidur yang lebih pendek tersebut berkaitan dengan gangguan kecil namun signifikan dalam pembentukan memori.

Memori merupakan bagian penting dari fungsi kognitif karena membantu seseorang menyimpan dan mengingat kembali informasi. Ketika proses pembentukan memori terganggu, kemampuan untuk mengingat informasi yang baru diterima juga dapat ikut terdampak.

Kedua temuan tersebut memperlihatkan bahwa tidur memiliki peran dalam menjaga fungsi kognitif sehari-hari. Tidur tidak hanya menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan otak dalam menjalankan fungsi tertentu.

Karena itu, kebiasaan mengurangi waktu tidur secara terus-menerus perlu diperhatikan. Kesibukan pekerjaan, aktivitas belajar, maupun penggunaan perangkat digital dapat membuat seseorang menunda waktu tidur dan akhirnya memiliki waktu istirahat yang lebih pendek.

Padahal, menjaga waktu tidur dapat membantu seseorang mengurangi rasa lelah sekaligus mempertahankan kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengingat informasi.

Kurang tidur juga tidak selalu langsung disadari sebagai penyebab menurunnya fokus. Rasa mengantuk yang muncul pada siang hari dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh belum memperoleh waktu istirahat yang cukup.

Dengan demikian, menjaga pola tidur menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Waktu tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu tubuh beristirahat sekaligus mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan kemampuan mengingat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....