Menakar Pentingnya Aktivitas Fisik bagi Kesehatan Mental

  • 10 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aktivitas fisik tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan gejala depresi dan kecemasan.

Temuan tersebut menjadi penting untuk kembali diperhatikan pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September. Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat.

Salah satu umbrella review yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis 97 systematic review. Kajian tersebut mencakup 1.039 uji coba dengan jumlah peserta lebih dari 128.000 orang.

Hasil kajian menunjukkan aktivitas fisik memberikan efek terhadap gejala depresi, kecemasan, dan psychological distress. Efek tersebut terlihat ketika aktivitas fisik dibandingkan dengan perawatan biasa.

Dalam kajian tersebut, efek median terhadap gejala depresi tercatat minus 0,43. Sementara itu, efek median terhadap kecemasan mencapai minus 0,42 dan psychological distress minus 0,60.

Penelitian lain yang menggabungkan berbagai systematic review juga menunjukkan hubungan serupa. Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko depresi dan kecemasan yang lebih rendah.

Temuan tersebut menunjukkan aktivitas fisik tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh. Kebiasaan bergerak juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi psikologis dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga dengan intensitas tinggi. Berjalan kaki, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah aktivitas tersebut dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Kebiasaan bergerak juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi pola hidup yang terlalu banyak duduk.

Hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan mental menjadi perhatian karena kehidupan sehari-hari semakin banyak melibatkan aktivitas sedentari. Waktu yang panjang di depan komputer, telepon genggam, maupun perangkat digital dapat mengurangi kesempatan tubuh untuk bergerak.

Aktivitas fisik juga dapat dilakukan dengan cara sederhana tanpa selalu membutuhkan fasilitas olahraga khusus. Berjalan kaki di sekitar rumah atau melakukan peregangan secara berkala dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.

Meski demikian, aktivitas fisik bukan pengganti penanganan medis bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Orang dengan gejala yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari tetap perlu mendapatkan bantuan tenaga profesional.

Penelitian mengenai hubungan aktivitas fisik dan kesehatan mental terus berkembang. Temuan berbagai kajian tersebut semakin memperlihatkan pentingnya menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Peringatan Hari Olahraga Nasional dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan tersebut. Tidak harus dimulai dengan olahraga berat, tetapi dapat diawali dengan lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....