Mengenal Bahaya Abu Vulkanik dan Langkah Tepat Perlindungan Diri

  • 08 Sep 2026 11:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Letusan gunung berapi menghasilkan hujan abu yang dapat menyebar hingga jauh dari pusat erupsi. Meski terlihat seperti debu biasa, abu vulkanik mengandung partikel halus berukuran kurang dari dua milimeter yang berbahaya bagi kesehatan, terutama jika terhirup atau mengenai mata dan kulit.

Erupsi gunung berapi melepaskan campuran pecahan batuan, mineral, serta gas vulkanik seperti sulfur dioksida dan karbon dioksida. Partikel yang sangat kecil ini mudah melayang di udara dan berisiko masuk hingga ke dalam saluran pernapasan.

Dokter Annisa Trisna Widiany seperti dikutip dari laman Rumah Sakit Brawijaya menjelaskan dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah iritasi saluran pernapasan dengan gejala batuk, tenggorokan perih, dada sesak, hingga napas berbunyi (wheezing).

“Risiko gangguan pernapasan ini menjadi jauh lebih tinggi pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma, bronkitis kronis, PPOK, dan penyakit jantung,” katanya.

Selain pernapasan, permukaan abu vulkanik yang kasar dan bersifat abrasif berpotensi memicu iritasi kulit serta cedera mata. Jika abu masuk ke mata, hindari menggosoknya dan segera bilas dengan air bersih guna mencegah goresan pada permukaan kornea.

Guna meminimalkan risiko paparan abu vulkanik saat terjadi bencana erupsi, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah perlindungan berikut:

  • Beraktivitas di dalam ruangan: Batasi aktivitas luar rumah, tutup rapat pintu dan jendela, serta pantau arahan resmi petugas penanggulangan bencana.
  • Gunakan masker N95: Gunakan respirator partikulat seperti N95 yang terpasang erat saat harus berada di luar rumah. Masker medis biasa memiliki efektivitas yang lebih terbatas terhadap partikel halus.
  • Gunakan pelindung mata: Gunakan kacamata pelindung (googles) dan hindari penggunaan lensa kontak agar partikel abu tidak terperangkap di permukaan mata.
  • Pembersihan yang tepat: Siram atau basahi abu dengan sedikit air sebelum dibersihkan untuk mencegah partikel berdebu beterbangan kembali ke udara.

Masyarakat diimbau untuk segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat atau mengakses layanan pulmonologi apabila mengalami gejala gawat darurat seperti sesak napas berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan yang menetap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....