Kalsium Penting untuk Tulang dan Gigi, tetapi Benarkah Berbahaya bagi Jantung?

  • 27 Agt 2026 21:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kalsium selama ini dikenal sebagai mineral utama penguat tulang dan gigi. Namun, kelebihan kalsium dalam tubuh ternyata bisa membawa risiko serius bagi kesehatan jantung.

Kaitan kalsium dengan jantung memang tidak sepopuler perannya bagi kekuatan tulang. Padahal, penumpukan kalsium berlebih pada pembuluh darah berisiko memicu serangan jantung.

Sebagaimana diberitakan detikHealth, dokter jantung dr Maya Munigar Apandi angkat bicara soal kaitan kalsium dengan jantung. Ia menyebut kalsium pada jantung sebenarnya unsur yang sama dengan kalsium pada tulang maupun gigi.

Meski unsurnya identik, jalur metabolisme kalsium di tulang dan di jantung ternyata tidak sama. Kadar kalsium darah dicek lewat tes darah, sedangkan kalsium jantung dilihat dari endapan di pembuluh darah.

Dr Maya menegaskan hal itu saat berbincang dengan wartawan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Menurutnya, unsur kalsium tersebut tetap sama, hanya jalur prosesnya saja yang berbeda.

Penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung terjadi lewat proses kompleks yang disebut aterosklerosis. Seiring waktu, kalsium akan mengendap dan bercampur dengan lemak serta zat lain pembentuk plak.

Proses ini berlangsung terus-menerus hingga plak yang terbentuk makin padat dan tebal. Semakin lama dibiarkan, kerak yang menumpuk di pembuluh darah pun makin berat dan berbahaya.

Untuk mengetahui seberapa jauh penumpukan tersebut terjadi, dokter memanfaatkan pemeriksaan CT Scan. Dari situ, tingkat akumulasi kalsium bisa dihitung secara otomatis lewat sistem yang disebut calcium score.

Angka calcium score ini menjadi patokan seberapa besar beban risiko kardiovaskular yang dimiliki pasien. Dr Maya menyebut penghitungannya berbeda dari kalkulasi biasa karena sepenuhnya dilakukan oleh sistem otomatis pada alat CT Scan.

Ia menambahkan bahwa semakin tinggi nilai skor tersebut, semakin besar pula beban risiko kardiovaskular yang ditanggung pasien. Skor yang tinggi juga mencerminkan kondisi pembuluh darah yang semakin serius.

Penumpukan kalsium bisa dipicu gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan kurang tidur. Pola makan tidak teratur serta asupan gizi yang buruk juga turut memperbesar risiko tersebut.

Dr Maya menyarankan masyarakat mulai membiasakan pola hidup yang lebih sehat sejak dini. Anjuran ini penting terutama bagi penderita kolesterol, hipertensi, dan diabetes yang rentan mengalami gagal jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....