Kasus Hepatitis di Indonesia Masuk Peringkat Empat Besar di Asia Tenggara
- 28 Jul 2026 15:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jumlah pengidap Hepatitis B di Indonesia saat ini, sekitar 8,4 per 100 ribu penduduk. Kondisi itu menempatkan negara ini, di peringkat keempat di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine meminta masyarakat, agar lebih waspada terkait Hepatitis B. Sebab, penyakit ini risiko penularannya cukup tinggi.
”Pada kasus-kasus yang kronis, rata-rata ditemukan pada pasien di rentang usianya 40 tahun ke atas,” ucapnya di acara World Hepatitis Day di Yogyakarta, Minggu, 26 Juli 2026. ”Dan jika tidak ditangani dengan baik, Hepatitis menyebabkan pengerasan pada organ hati, dan bisa menjadi penyakit kanker.”
| Baca juga: Cara Sederhana Menghindari Keracunan Makanan |
Penyakit seperti Hepatitis, terutama Hepatitis B dan C tidak ditandai gejala awal. Sehingga menurut Prima, para penderitanya tidak menyadari jika mereka telah terinfeksi.
Maka saat ini, Kementerian Kesehatan memasifkan deteksi dini dan program intervensi Hepatitis. Yaitu melalui faskes tingkat pertama seperti Puskesmas, dengan program screening ibu hamil untuk memutus penularan ke bayi.
Kemudian pemerintah juga melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Program ini, sudah diakses oleh masyarakat luas, dan diketahui puluhan ribu orang terdeteksi berisiko terpapar Hepatitis.
”Kami mendapati fakta, sekitar 700 ibu hamil teridentifikasi kena hepatitis B setelah melakukan tes lanjutan,” ujarnya. ”Termasuk yang terinfeksi Hepatitis C, sekitar 300 kasus.”
Sedangkan Ketua Umum Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Andri Sanityoso mendorong kolaborasi erat para pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga organisasi profesi. Agar, eliminasi hepatitis bisa berjalan efektif.
”Indonesia menargetkan eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030,” katanya. ”Sehingga diperlukan percepatan program pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis secara nasional.”
Ia juga memastikan, kasus Hepatitis yang terdiagnosis dan ditangani sejak dini dapat dicegah. Sehingga tidak berkembang menjadi sirosis hati, gagal hati, maupun kanker hati.
”Dengan pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kematian,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....