Mitos versus Fakta Tuberkulosis: Jangan Takut, Jangan Salah Paham
- 04 Agt 2026 06:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - TBC atau Tuberkulosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang menular lewat udara saat penderita batuk atau bersin, bukan karena genetik. Dibutuhkan konsistensi dalam berobat agar kuman mati, bukan sekedar lemah.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog Indonesia Sehat Pro1 RRI Yogyakarta bersama narasumber dari RS Happy Land Medical Centre Yogyakarta, dr.Aryo Seno,Sp.P. pada Jumat, 31 Juli 2026. Beliau menegaskan fase pengobatan Tuberkulosis dibagi menjadi dua tahap utama yaitu fase intensif dan fase lanjutan guna memastikan kuman tuntas dari dalam tubuh.
“Fase intensif dua bulan pertama obat diminum setiap hari tanpa putus dengan kombinasi empat jenis obat. Berikutnya fase lanjutan selama 4 bulan atau sesuai petunjuk dokter untuk membunuh sisa bakteri serta mencegah kambuh,” ungkap dr.Seno, sapaan akrabnya.
Selain itu, masih banyak salah kaprah yang berkembang di masyarakat. TBC hanya menyerang bagian paru-paru. Faktanya, bisa menyerang organ tubuh lain seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga selaput otak.
Masyarakat juga masih beranggapan TBC menular lewat alat makan yang dipakai bersama. Padahal, penularan terjadi lewat saluran pernapasan (udara), bukan melalui makanan, peralatan makan, ataupun bersalaman.
“Masih banyak rekan kerja pasien yang tidak mau satu ruangan dengan pasien TB padahal pasien memakai masker dan tidak membuang dahak sembarangan. Selama sirkulasi udara bagus, syukur sinar matahari bisa masuk hingga ke ruangan tersebut maka tidak perlu khawatir,”ungkapnya.
Pasien tuberkulosis bisa sembuh total asalkan berobat hingga tuntas, tidak putus obat selama 6-9 bulan. Dukungan keluarga dan sahabat sangat diperlukan selama proses terapi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....