BPOM Pastikan Anggur Muscat Aman, Dokter Ibrahim Paru Edukasi Ini

  • 23 Jul 2026 18:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dokter Ibrahim Paru membagikan edukasi mengenai keamanan konsumsi anggur muscat hijau melalui akun TikTok pribadinya. Dalam video tersebut, ia meluruskan informasi terkait isu tingginya residu pestisida pada anggur muscat yang sempat ramai diperbincangkan. According to him, masyarakat perlu memperoleh informasi akurat agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Ia menjelaskan bahwa anggur muscat merupakan jenis buah yang banyak digemari karena memiliki rasa manis, tekstur renyah, dan tanpa biji. Buah ini menjadi favorit anak-anak sehingga isu keamanan konsumsinya sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Isu tersebut bermula dari laporan temuan residu pestisida pada anggur muscat di Thailand.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Dokter Ibrahim Paru menjelaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah melakukan pengujian terhadap anggur muscat yang beredar di pasar dalam negeri. Hasil pengujian menunjukkan residu pestisida yang ditemukan masih berada di bawah ambang batas sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.

"Alhamdulillah telah dilakukan pengujian oleh Badan POM Indonesia dan ternyata anggur-anggur muscat di Indonesia tidak memiliki residu pestisida melebihi ambang batas. Jadi insya Allah aman untuk dikonsumsi," katanya.

Meski demikian, Dokter Ibrahim Paru mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan menjaga keamanan pangan. Ia menyarankan agar setiap buah, termasuk anggur muscat, dicuci menggunakan air bersih yang mengalir sebelum dikonsumsi guna mengurangi sisa residu maupun kotoran pada permukaan kulit buah.

Ia juga menjelaskan bahwa paparan pestisida tertentu secara terus-menerus dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti gangguan hormon, gangguan pertumbuhan, hingga memicu gejala asma.

"Meskipun hasil pengujian menunjukkan aman, mencuci buah sebelum dimakan tetap menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan residu yang masih menempel," ucapnya.

Melalui edukasi tersebut, Dokter Ibrahim Paru mengajak masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya mengacu pada hasil pengujian lembaga resmi seperti BPOM serta membiasakan pola hidup sehat saat mengonsumsi buah-buahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....