Kenali Lima Pola Pikir Perusak Kesehatan Mental Sehari-hari
- 10 Jul 2026 22:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjaga kesehatan mental tidak hanya dilakukan dengan mengelola stres, tetapi juga dengan mengenali pola pikir yang dapat memengaruhi kondisi emosional. Pesan tersebut disampaikan dr. Yuliamuliaty melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam edukasi tersebut, ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami kebiasaan berpikir yang tanpa disadari dapat menjadi pemicu gangguan kesehatan mental.
Salah satu pola pikir yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan terlalu memikirkan perkataan atau penilaian orang lain. Menurut dr. Yuliamuliaty, sikap tersebut dapat membuat seseorang kehilangan fokus terhadap tujuan hidupnya sendiri karena terlalu sibuk memenuhi ekspektasi lingkungan. "Ketika kita terlalu memikirkan apa kata orang, kita bisa kehilangan arah dan kebahagiaan yang sebenarnya berasal dari diri sendiri," ujarnya.
| Baca juga: Overthinking Bisa Dikelola, Begini Caranya |
Selain itu, keinginan untuk selalu membahagiakan semua orang juga dinilai sebagai beban yang tidak realistis. Setiap individu memiliki keterbatasan sehingga tidak mungkin mampu memenuhi harapan seluruh orang di sekitarnya. Karena itu, seseorang perlu memahami bahwa menjaga diri sendiri juga merupakan bagian penting dari kesehatan mental.
Dr. Yuliamuliaty juga menyoroti sikap perfeksionis yang kerap dianggap sebagai hal positif. Menurutnya, keinginan agar segala sesuatu berjalan sempurna justru dapat membuat seseorang terlalu keras terhadap dirinya sendiri ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. Kondisi tersebut berisiko memicu rasa kecewa, cemas, hingga menurunkan rasa percaya diri apabila berlangsung terus-menerus.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengenali potensi diri. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kemampuan, bakat, dan kelebihan yang berbeda-beda sehingga tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. "Kenali potensi yang dimiliki dan kembangkan sesuai kemampuan masing-masing, karena setiap orang memiliki keunikan tersendiri," ucapnya.
Dalam unggahannya, dr. Yuliamuliaty juga mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan diri mengendalikan semua hal yang berada di luar kuasanya. Upaya untuk mengontrol keadaan yang tidak dapat diubah hanya akan memicu kelelahan emosional dan meningkatkan tekanan psikologis. Ia menganjurkan agar masyarakat fokus pada hal-hal yang masih bisa diupayakan, kemudian belajar menerima kondisi yang memang berada di luar kendali.
Melalui edukasi tersebut, dr. Yuliamuliaty mengajak masyarakat untuk lebih mengenal diri sendiri, membangun ekspektasi yang realistis, serta tidak membebani diri dengan tuntutan yang sulit diwujudkan. Dengan pola pikir yang lebih sehat dan kemampuan menerima keterbatasan, kesehatan mental dapat lebih terjaga sehingga seseorang mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang, produktif, dan bahagia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....