Longevity Lifestyle Dorong Hidup Sehat hingga Usia Senja
- 12 Jun 2026 10:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak orang berfokus pada penampilan fisik atau upaya terlihat awet muda, kini semakin banyak yang menerapkan konsep longevity lifestyle, yakni gaya hidup yang bertujuan memperpanjang usia sekaligus meningkatkan kualitas hidup di masa tua.
Tren ini mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, hingga mengelola stres secara efektif menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan tubuh dan mental.
Dokter sekaligus penulis buku Outlive: The Science and Art of Longevity, Peter Attia, menjelaskan bahwa konsep longevity tidak hanya berfokus pada memperpanjang usia harapan hidup. Menurutnya, tujuan utama dari gaya hidup ini adalah membantu seseorang tetap sehat, mandiri, dan produktif hingga usia lanjut. “Longevity bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi juga bagaimana seseorang dapat menikmati hidup dengan kondisi kesehatan yang baik sepanjang usia. Upaya menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan meningkatnya popularitas gaya hidup tersebut, masyarakat kini juga semakin memperhatikan berbagai aspek kesehatan lain yang sebelumnya sering diabaikan. Kualitas tidur, kesehatan mental, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala mulai dipandang sebagai investasi penting untuk menjaga kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, maupun latihan kekuatan juga menjadi pilihan yang banyak dilakukan untuk mempertahankan kebugaran. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga fungsi otot, kesehatan jantung, serta mengurangi risiko berbagai penyakit kronis yang sering muncul seiring bertambahnya usia.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan membangun kebiasaan sehat sejak dini, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk menikmati masa tua yang aktif, mandiri, dan berkualitas,” katanya. Tren longevity lifestyle pun menunjukkan adanya pergeseran pola pikir masyarakat dari sekadar mengobati penyakit menjadi lebih fokus pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....