Tubuh Lelah Belum Tentu Mudah Terlelap Tidur
- 12 Jun 2026 10:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesulitan tidur meski tubuh sudah terasa lelah menjadi keluhan yang cukup sering dialami masyarakat. Banyak orang menganggap kondisi tersebut semata-mata disebabkan oleh stres atau beban pikiran. Namun, dokter umum dr. Kevin Adrian menjelaskan bahwa gangguan tidur dapat dipengaruhi berbagai faktor lain yang kerap luput dari perhatian, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Menurut dr. Kevin, pola hidup memiliki peran penting dalam menentukan kualitas tidur seseorang. Salah satu penyebab yang paling umum adalah pola tidur yang tidak teratur, seperti sering begadang atau memiliki jam tidur yang berubah-ubah setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sehingga membuat seseorang sulit tertidur meskipun merasa sangat lelah.
Selain pola tidur yang kurang baik, konsumsi minuman berkafein menjelang waktu istirahat juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Kopi, teh, minuman energi, maupun produk lain yang mengandung kafein dapat merangsang sistem saraf sehingga tubuh tetap terjaga lebih lama. Akibatnya, proses untuk memasuki fase tidur menjadi lebih sulit.
Penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga menjadi salah satu faktor yang sering ditemukan. Cahaya biru yang dipancarkan layar ponsel, laptop, maupun televisi diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur alami tubuh. Kondisi ini membuat otak tetap aktif meskipun tubuh sudah membutuhkan waktu untuk beristirahat. “Kondisi kamar yang kurang nyaman, seperti terlalu terang, bising, atau suhu ruangan yang tidak sesuai, juga dapat membuat seseorang sulit tidur meskipun tubuh sudah merasa lelah,” ujarnya.
| Baca juga: Tips Tidur Nyenyak bagi Pekerja Shift Malam |
Dr. Kevin menambahkan bahwa gangguan tidur tidak selalu berkaitan dengan gaya hidup. Dalam beberapa kasus, kondisi medis seperti insomnia, gangguan hormonal, gangguan kecemasan, hingga efek samping penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi penyebab seseorang sulit mendapatkan tidur yang berkualitas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor pemicu yang dialami masing-masing individu.
Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, masyarakat disarankan menerapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari, menghindari konsumsi kafein dan makanan berat menjelang waktu tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, gelap, dan sejuk. “Kualitas tidur yang baik umumnya dapat dicapai melalui perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Jika keluhan berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....