Mitos dan Fakta Es Batu untuk Kecantikan Wajah

  • 04 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penggunaan es batu sebagai bagian dari perawatan wajah masih menjadi tren yang banyak diminati masyarakat. Berbagai konten di media sosial kerap menampilkan penggunaan es batu untuk mendapatkan kulit yang tampak lebih segar, dengan klaim mulai dari mengecilkan pori-pori hingga mengurangi tanda-tanda penuaan. Namun, sejumlah klaim tersebut ternyata belum sepenuhnya didukung oleh bukti medis.

Dokter estetika dr. Anita Ang, AAAM (American Academy of Aesthetic Medicine), melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, menjelaskan bahwa masih banyak mitos yang beredar mengenai manfaat es batu untuk wajah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara efek sementara yang dapat dirasakan dan manfaat yang benar-benar terbukti secara ilmiah.

Salah satu anggapan yang paling sering ditemui adalah keyakinan bahwa es batu mampu mengecilkan atau menutup pori-pori wajah. Padahal, secara medis pori-pori tidak dapat membuka maupun menutup secara permanen hanya karena terpapar suhu dingin. Efek yang terlihat setelah penggunaan es batu umumnya hanya bersifat sementara. “Pori-pori tidak bisa mengecil atau menutup secara permanen hanya karena penggunaan es batu. Efek yang terlihat biasanya hanya sementara,” ujarnya.

Meski demikian, dr. Anita menegaskan bahwa es batu tetap memiliki sejumlah manfaat yang dapat membantu kondisi kulit tertentu. Suhu dingin dari es batu diketahui dapat membantu mengurangi pembengkakan pada area mata, meredakan kemerahan akibat iritasi ringan, serta membantu mengempeskan jerawat yang sedang mengalami peradangan. Efek tersebut terjadi karena suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah untuk sementara waktu.

Selain manfaat tersebut, penggunaan es batu juga dapat memberikan sensasi segar dan nyaman pada wajah, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan atau terpapar cuaca panas. Banyak orang merasakan kulit menjadi lebih rileks setelah mendapatkan paparan suhu dingin dalam waktu singkat. Namun, manfaat ini lebih bersifat kosmetik dan sementara dibandingkan sebagai solusi perawatan kulit jangka panjang. “Es batu dapat membantu mengurangi mata bengkak, kemerahan, dan jerawat yang meradang. Namun penggunaannya tetap harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit,” ucapnya.

Dr. Anita mengingatkan agar es batu tidak ditempelkan langsung ke kulit dalam waktu yang terlalu lama. Penggunaan yang berlebihan berisiko menyebabkan iritasi, kemerahan, bahkan kerusakan lapisan kulit pada individu yang memiliki kulit sensitif. Karena itu, masyarakat disarankan membungkus es batu dengan kain bersih sebelum digunakan dan memahami bahwa es batu hanyalah perawatan pendukung, bukan solusi utama untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, masyarakat dapat memanfaatkan es batu secara lebih bijak sesuai manfaat yang telah didukung oleh penjelasan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....