Rajin Membaca, Membuat Anak Miliki Kemampuan Kognitif yang lebih

  • 31 Mei 2026 14:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kebiasaan membaca sejak usia dini ternyata tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berhubungan dengan perkembangan struktur otak yang lebih baik. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian berjudul Neurocognitive and Brain Structure Correlates of Reading and Television Habits in Early Adolescence yang meneliti hubungan antara kebiasaan membaca, menonton televisi, dan perkembangan otak pada remaja.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata, dalam uanggahannya di akun pribadinya @adamprabata, menjelaskan bahwa anak yang lebih sering membaca cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Hal ini dikaitkan dengan area permukaan otak yang lebih luas pada bagian tertentu.

"Anak yang lebih sering membaca ternyata memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, karena memiliki area permukaan otak yang lebih luas di area tertentu," kata dokter Adam melalui unggahannya.

Menurutnya, area otak yang lebih luas tersebut berkaitan dengan sejumlah fungsi penting, seperti memori, kemampuan bahasa, dan fungsi eksekutif yang berperan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta pengendalian diri.

Ia menjelaskan bahwa membaca merupakan aktivitas yang melibatkan banyak bagian otak secara bersamaan. Saat membaca, seseorang tidak hanya mengenali huruf dan kata, tetapi juga menggunakan imajinasi, memori, serta proses berpikir yang kompleks.

"Membaca adalah proses aktif yang melibatkan banyak komponen di otak, seperti imajinasi, memori, serta proses berpikir yang dapat mendorong terjadinya plastisitas otak, terutama area berpikir," ujarnya.

Sebaliknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa kebiasaan menonton televisi dalam durasi yang lebih tinggi memiliki hubungan yang berlawanan. Anak yang lebih sering menonton TV cenderung menunjukkan penyusutan ukuran pada beberapa area otak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir.

"Nah kalau anak rajin menonton TV, ternyata efeknya terbalik, yaitu ukuran otaknya cenderung menyusut di area-area yang penting untuk kemampuan berpikir tersebut," kata dokter Adam. Meski demikian, ia mengingatkan agar hasil penelitian tersebut tidak ditafsirkan secara sederhana. Temuan ini menambah bukti bahwa kebiasaan membaca memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....