Jangan Cabut Bulu Hidung, Dokter Sebut Bisa Picu Infeksi Otak

  • 30 Mei 2026 22:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kebiasaan mencabut bulu hidung mungkin terasa sepele dan lumrah dilakukan banyak orang, apalagi untuk menjaga penampilan fisik tetap rapi. Namun, tindakan sederhana yang sering dianggap biasa ini ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Area wajah dari pangkal hidung hingga sudut bibir dikenal dalam dunia medis sebagai danger triangle of the face atau segitiga kematian pada wajah. Penamaan yang terdengar menyeramkan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena jalur pembuluh darah vena di area hidung terhubung langsung ke rongga otak bagian bawah, tepatnya ke area yang disebut cavernous sinus.

Uniknya, pembuluh darah ini tidak memiliki katup penyaring seperti pembuluh darah pada umumnya. Ketika seseorang mencabut bulu hidung secara paksa, folikel atau akar rambut yang tercabut akan terluka dan menjadi terbuka.

Luka yang terbuka inilah yang kemudian menjadi celah berbahaya bagi masuknya bakteri di dalam hidung. Tanpa adanya katup penyaring, bakteri yang berhasil masuk dapat langsung mengalir melalui pembuluh darah hingga mencapai otak.

Infeksi bakteri yang berhasil menembus area sensitif ini berisiko memicu terjadinya penggumpalan darah di dalam rongga otak. Kondisi medis tersebut sangat berbahaya karena dapat berakibat fatal bagi keselamatan nyawa seseorang.

Efek ringan dari tindakan mencabut bulu hidung ini mungkin hanya berupa respons bersin-bersin saja. Namun, jika dilihat dari anatomi pembuluh darah wajah kita, risiko jangka panjangnya jauh lebih mengerikan.

Bagi yang merasa terganggu dengan bulu hidung yang panjang, cara yang lebih aman adalah dengan menggunting, bukan mencabutnya. Gunting kecil khusus bulu hidung kini mudah ditemukan dan jauh lebih minim risiko dibandingkan mencabut secara paksa dengan tangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....