Kasus TB di Indonesia Capai 864 Ribu Selama 2025, 21 Persen Belum Terdeteksi

  • 29 Mei 2026 08:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Kesehatan RI mencatat penemuan kasus tuberkulosis atau TB di Indonesia terus meningkat sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, pemerintah berhasil menemukan sekitar 864 ribu kasus TB atau sekitar 79 persen dari estimasi total kasus nasional. Sementara, estimasi jumlah kasus TB di Indonesia pada 2025 mencapai 1,08 juta kasus. Dengan demikian, diperkirakan masih terdapat ratusan ribu penderita TB yang belum terdeteksi dan berpotensi terus menularkan penyakit di masyarakat. Ketua Tim Kerja Tuberculosis (TB) Kementerian Kesehatan RI, dr. Triya Novita Dinihari memperkirakan ada sekitar 21 persen kasus TB yang belum ditemukan.

“Kita masih punya PR ini harus menemukan yang 21 persen,” katanya.

Triya menjelaskan tren penemuan kasus TB di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, pemerintah hanya mampu menemukan sekitar 393 ribu kasus dari estimasi lebih dari 824 ribu kasus TB nasional. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 443 ribu kasus pada 2021. Selanjutnya, angka penemuan kasus terus naik hingga mencapai lebih dari 68 persen pada 2022 dan sekitar 77 persen pada 2024 sebelum akhirnya menyentuh 79 persen pada 2025.

Menurut Triya, peningkatan penemuan kasus dipengaruhi oleh semakin masifnya skrining TB di berbagai wilayah serta keterlibatan lintas sektor dalam penanggulangan penyakit tersebut. Saat ini, pemerintah menggencarkan skrining TB melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di puskesmas, kantor pemerintahan, komunitas masyarakat, hingga ruang publik. Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan lembaga untuk memperluas pemeriksaan TB, termasuk di lingkungan stasiun kereta api, komunitas pekerja transportasi, hingga kawasan perkantoran.

Menurut Triya, keberhasilan penanggulangan TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga partisipasi masyarakat untuk aktif melakukan pemeriksaan dan mendukung pasien menjalani pengobatan.

“Masyarakat jangan takut periksa. TB bisa disembuhkan dan pengobatannya gratis,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....