Kemenkes Perluas Skrining Penyakit TB ke Kantor hingga Ruang Publik
- 28 Mei 2026 13:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Kesehatan terus memperluas upaya skrining tuberkulosis atau TB melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menyasar kantor pemerintahan, komunitas masyarakat, hingga ruang-ruang publik dengan mobilitas tinggi. Ketua Tim Kerja Tuberculosis (TB) Kementerian Kesehatan Triya Novita Dinihari mengatakan perluasan skrining dilakukan sebagai langkah percepatan penemuan kasus TB di Indonesia yang hingga kini masih menjadi salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.
Menurutnya, skrining kini tidak lagi hanya dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, tetapi juga dijemput langsung ke lingkungan kerja maupun komunitas masyarakat agar lebih mudah dijangkau.
“Kita sekarang memperluas skrining TB melalui cek kesehatan gratis. Jadi bukan masyarakat saja yang datang ke puskesmas, tetapi puskesmas juga bisa datang ke kantor atau komunitas,” katanya.
Triya menjelaskan, program tersebut telah diterapkan di sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menggandeng berbagai sektor untuk memperluas jangkauan pemeriksaan TB. Di antaranya adalah menggandeng PT KAI untuk melakukan skrining TB terhadap pengemudi ojek online serta lingkungan stasiun kereta api. Skrining dilakukan tidak hanya kepada pegawai, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di area stasiun.
“Kalau mereka sehat, masyarakat juga merasa lebih aman saat menggunakan layanan publik,” ujarnya.
Triya mengatakan pekerja sektor pelayanan publik menjadi kelompok penting dalam program skrining karena memiliki interaksi tinggi dengan masyarakat setiap hari. Dengan pemeriksaan dini, kasus TB dapat segera ditemukan dan diobati sehingga penularan bisa ditekan. Dia menambahkan, TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara dan dapat menyerang paru-paru maupun organ lain seperti tulang, kelenjar, kulit hingga otak.
Triya menegaskan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan bukan berarti kasus TB semakin banyak, melainkan menunjukkan kemampuan deteksi pemerintah yang semakin baik. Dalam program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat tidak hanya mendapatkan skrining TB, tetapi juga pemeriksaan penyakit lain seperti diabetes melitus dan hipertensi. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi stigma masyarakat terhadap pemeriksaan TB.
“Dulu orang takut diskrining TB karena takut distigma. Sekarang screening dilakukan bersama cek kesehatan lainnya, jadi masyarakat lebih nyaman,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....