Mengusahakan Gizi Terbaik Kala Harga Pangan Naik

  • 23 Mei 2026 12:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Makanan cepat saji atau ultra proses yang sedang tren dan dinilai praktis ternyata tinggi lemak, garam dan karbohidrat. Serat dan sumber vitamin serta mineralnya sangat kurang.

“Boleh sesekali dikonsumsi, misal 2 minggu sekali, hanya dalam kondisi darurat saja.” ucap Wiwin Damayanti selaku Kepala Instalasi Gizi RSUD Sleman dalam dialog Indonesia Sehat Jumat, 22 Mei 2026 siang.

Seorang ibu harus bisa memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarganya. Lebih baik menggunakan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Misal : ayam, telur dan beragam sayuran yang ditanam sendiri.

Wiwin juga menambahkan sebagai seorang ibu hendaknya tidak menyediakan terlalu sering makanan ultra proses untuk anaknya. Sebuah kasus menyebutkan ada seorang anak usia sekolah yang tidak mau makan sayur dan makanan lokal lainnya. Dia hanya mau makanan ultra proses, karena ternyata sejak balita sudah disiapkan makanan cepat saji.

Selain ayam, telur, ikan juga baik untuk kebutuhan gizi anak. Tidak harus ikan import yang harganya mahal seperti salmon. Ikan tuna juga memiliki omega yang tinggi. Ikan lain seperti lele, kembung dan nila juga memiliki kandungan gizi yang baik.

Sumber karbohidrat selain nasi juga bisa digantikan dengan ubi, jagung dan singkong. Penting ditanamkan terutama sebagai ibu bahwa menyiapkan makan untuk keluarga itu prinsipnya “makan untuk hidup.” Bukan hidup untuk maka. Artinya bahwa keberlangsungan kita, generasi kita tergantung dari apa yang kita berikan.

"Dalam sekali sajian makan hendaknya mengandung sumber karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Makanan yang sehat membantu tumbuh kembang anak berjalan optimal," ujarnya.

Asupan gizi yang masuk dalam tubuh anak berpengaruh bagi motoriknya. Jika gizinya tercukupi maka otaknya akan bekerja dengan baik.

“Penting bagi seorang ibu untuk menyediakan menu yang beragam untuk keluarga. Kalau bisa masak sendiri karna lebih tahu komposisi makanan yang dimasak. Tidak tinggi lemak, tinggi garam, dan food additive yang masuk dalam tubuh anggota keluarga kita.” ucap Wiwin menutup dialognya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....