Apa yang Terjadi pada Tubuh Kala Overdosis Vitamin D?

  • 20 Mei 2026 17:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tubuh manusia memang sangat membutuhkan vitamin D untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Namun, mengonsumsi suplemen vitamin D dalam dosis tinggi secara sembarangan tanpa pengawasan dokter bisa menjadi kesalahan yang fatal.

Melalui kanal YouTube pribadinya, dr. Saddam Ismail memaparkan dampak buruk yang terjadi pada organ dalam tubuh jika seseorang memaksakan konsumsi vitamin D dalam jumlah berlebih. Meskipun suplemen ini kian mudah ditemukan dan banyak diburu masyarakat, konsumsi yang tidak terkontrol justru dapat mengancam kesehatan.

Lantas, apa sebetulnya yang terjadi di dalam tubuh saat kita mengalami overdosis vitamin D?

Secara alami, vitamin D berfungsi membantu usus menyerap kalsium dari makanan. Namun, ketika vitamin ini masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang terlalu tinggi, proses penyerapan kalsium menjadi tidak terkendali.

Akibatnya, kadar kalsium dalam darah melonjak tajam, sebuah kondisi medis yang dikenal dengan istilah hiperkalsemia. Hiperkalsemia inilah yang menjadi akar dari serangkaian kerusakan organ tubuh berikut ini:

1. Batu ginjal hingga gagal ginjal

Darah yang dipenuhi kalsium berlebih akan terus mengalir menuju ginjal. Kondisi ini memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring kelebihan kalsium tersebut. Lama-kelamaan, tumpukan kalsium ini mengendap, mengeras, dan membentuk batu ginjal yang berisiko menyumbat saluran kemih hingga memicu gagal ginjal.

2. Gejala keracunan perlahan

Vitamin D bersifat larut dalam lemak, yang berarti tubuh akan menyimpan sisa zat ini di dalam jaringan lemak dan hati untuk jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, gejala keracunan biasanya tidak langsung muncul di hari pertama, melainkan baru terasa setelah sekitar satu bulan dikonsumsi secara rutin.

Beberapa gejala keracunan yang wajib Anda waspadai antara lain:

  • Mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan.

  • Tubuh terasa sangat lemas disertai penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat.

  • Rasa haus ekstrem dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Gejala-gejala di atas merupakan sinyal kuat bahwa ginjal Anda sedang kewalahan membuang tumpukan racun dari dalam tubuh.

3. Gangguan irama jantung (Aritmia)

Kalsium berlebih di dalam darah tidak hanya merusak ginjal, tetapi juga ikut mengalir ke jantung. Otot jantung sangat peka terhadap perubahan kadar kalsium. Tumpukan mineral ini dapat mengganggu sinyal listrik alami yang mengatur detak jantung, sehingga memicu jantung berdetak terlalu cepat, berdebar, atau tidak beraturan.

Kondisi gangguan irama jantung ini disebut dengan aritmia. Aritmia tingkat lanjut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak secara mendadak. Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis terdekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....