Pemkot Gandeng 94 Psikolog, Pulihkan Kesehatan Anak dan Orang Tua Korban Daycare

  • 11 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Langkah penanganan dan pendampingan pada korban kasus kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di daycare Little Aresha Yogyakarta terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Langkah penanganan dan pendampingan dilakukan dari sisi psikologis, memastikan tumbuh kembang anak, hingga bantuan hukum, dan penataan layanan daycare di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengatakan, sesuai arahan Wali kota Yogyakarta, pendampingan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan. Menurutnya, pendampingan dilakukan baik secara psikologis untuk anak dan orang tua, serta pendampingan untuk memastikan tumbuh kembang anak pasca kejadian tersebut, maupun pendampingan dalam proses hukumnya.

"Sampai saat ini masih dilakukan pendampingan, tidak hanya untuk anaknya tetapi juga untuk orang tua. Saat ini kami sudah menggandeng 94 psikolog, baik itu dari UPT PPA, kemudian dari IPK, dari HIMSI, dan dari rumah sakit, dan juga dari Puskesmas se-kota Yogyakarta," katanya, Senin, 11 Mei 2026.

Pemkot juga melakukan pendataan terhadap seluruh Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare, taman kanak-kanak (TK), dan kelompok bermain (KB) di Kota Yogyakarta. Dari hasil pendataan, terdapat 68 daycare di Kota Yogyakarta, terdiri dari 37 daycare berizin dan 31 belum berizin.

“Daycare yang tidak berizin ini sebenarnya pengembangan. Jadi mereka punya TK atau KB yang sudah berizin, kemudian mengembangkan ke daycare, tetapi daycare-nya ini yang belum berizin,” ucapnya.

Pemkot Yogyakarta juga mendampingi daycare yang dinilai layak agar segera mengurus izin operasional. Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah daycare yang belum berizin dinilai sudah memenuhi aspek dasar kelayakan.

“Dari beberapa daycare yang sudah kami kunjungi, dari segi pengasuh, keamanan, hingga fasilitas sebenarnya sudah cukup layak. Beberapa juga sudah memasang CCTV dan itu memang kami anjurkan untuk transparansi kepada keluarga,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....