Jangan Dianggap Sepele, Ini Kondisi Medis Penyebab Haid Terlalu Sering

  • 30 Apr 2026 23:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Haid dua kali dalam sebulan sering kali memicu tanda tanya besar terkait kesehatan reproduksi. Meskipun bisa disebabkan oleh hormon, beberapa kasus perdarahan tidak teratur justru menjadi sinyal adanya kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan ahli.

Dalam akun Youtube-nya dr. Wedelia Sadina Putri menjelaskan berbagai alasan mengapa seorang wanita bisa mengalami haid dua kali dalam sebulan, mulai dari fluktuasi hormon yang normal, perubahan gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu serta kapan kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab haid 2 kali dalam sebulan

1. Fluktuasi hormon yang normal

Ini adalah penyebab paling umum dan seringkali tidak berbahaya. Fluktuasi hormon yang normal biasanya terjadi pada dua kelompok:

  • Remaja: Pada tahun-tahun pertama setelah haid pertama, tubuh remaja masih menyesuaikan diri dengan produksi hormon. Akibatnya, siklus bisa sangat tidak teratur, termasuk haid yang datang lebih sering. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia.

  • Menjelang Menopause (Perimenopause): Ketika wanita mendekati masa menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai berfluktuasi secara drastis. Hal ini dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur, kadang lebih pendek, kadang lebih panjang, atau haid dua kali dalam sebulan.

2. Stres dan perubahan gaya hidup

Tubuh kita sangat peka terhadap perubahan. Beberapa faktor gaya hidup yang dapat memengaruhi siklus haid antara lain:

  • Stres berat seperti tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kecemasan dapat memengaruhi hormon di otak yang mengatur siklus haid, sehingga ovulasi terganggu dan haid menjadi tidak teratur.

  • Perubahan berat badan drastis. Kenaikan atau penurunan berat badan yang ekstrem dapat mengacaukan keseimbangan hormon estrogen dan berdampak pada siklus haid.

  • Diet ketat atau olahraga berlebihan. Kurang gizi atau olahraga intens yang berlebihan dapat menekan produksi hormon reproduksi, yang berujung pada siklus haid yang kacau.

3. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB, susuk KB (implan), atau IUD hormonal termasuk salah satu penyebab yang sangat umum dan biasanya merupakan efek samping yang normal. Terutama di bulan-bulan awal penggunaan, tubuh akan menyesuaikan diri dengan hormon buatan yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut.

Hal ini dapat menyebabkan perdarahan di luar jadwal haid atau siklus menjadi lebih pendek sehingga terasa seperti haid dua kali dalam sebulan. Kondisi ini umumnya akan membaik setelah beberapa bulan penggunaan.

4. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis juga bisa menjadi penyebab haid dua kali dalam sebulan dan memerlukan perhatian dokter, antara lain:

  • Miom atau Polip Rahim: Pertumbuhan jinak di dalam atau pada dinding rahim yang dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur.

  • Kista Ovarium: Kista pada indung telur, terutama yang memproduksi hormon, dapat mengganggu siklus haid dan menyebabkan perdarahan tidak teratur.

  • Endometriosis: Kondisi di mana jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri hebat dan perdarahan tidak teratur.

  • PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik): Gangguan hormon yang menyebabkan indung telur tidak dapat melepaskan sel telur secara teratur, sehingga haid bisa menjadi jarang atau justru sering.

  • Gangguan Tiroid: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat memengaruhi hormon reproduksi dan menyebabkan siklus haid berantakan.

  • Infeksi Saluran Reproduksi: Infeksi pada rahim, leher rahim, atau vagina dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, termasuk perdarahan di luar siklus haid.

  • Penyakit Menular Seksual (PMS): Beberapa PMS dapat menyebabkan perdarahan di luar jadwal haid.

  • Kehamilan Ektopik atau Keguguran Dini: Perdarahan yang terjadi bisa disalahartikan sebagai haid kedua, padahal ini adalah kondisi yang serius. Lakukan tes kehamilan jika ada kemungkinan hamil.

  • Kanker Serviks atau Kanker Rahim: Meskipun jarang terjadi, perdarahan tidak teratur termasuk haid dua kali dalam sebulan bisa menjadi salah satu gejala awal. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami keluhan ini.

Kapan segera konsultasi ke dokter?

Segera konsultasikan kondisimu ke dokter jika mengalami satu atau lebih gejala berikut ini:

  • Haid dua kali dalam sebulan terjadi terus-menerus selama 2–3 bulan berturut-turut.

  • Perdarahan sangat banyak, melebihi biasanya, dan disertai gumpalan darah yang besar.

  • Disertai nyeri hebat yang tidak biasa di perut bagian bawah atau area panggul.

  • Disertai demam, keputihan tidak normal, aroma tidak sedap, atau gatal pada area kewanitaan.

  • Tubuh terasa sangat lemas, pusing, atau pucat yang menandakan kemungkinan anemia akibat perdarahan berlebihan.

  • Ada kemungkinan hamil jika berhubungan seksual tanpa kontrasepsi atau kontrasepsi gagal, lakukan tes kehamilan terlebih dahulu.

  • Sudah memasuki masa menopause namun tiba-tiba mengalami perdarahan kembali.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk mengecek hormon atau kehamilan, serta USG untuk mencari tahu penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat.

Haid dua kali dalam sebulan memang bisa membuat kaget, tetapi kondisi ini memiliki banyak sekali kemungkinan penyebab mulai dari yang normal hingga yang memerlukan perhatian medis. Kuncinya adalah mengenali tubuhmu sendiri, mencatat pola haid secara rutin, tidak panik berlebihan, serta menjaga gaya hidup yang lebih sehat dengan mengelola stres.

Yang terpenting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan jika kondisi ini terus-menerus berlanjut atau disertai gejala lain yang mengganggu. Ingat, kesehatan reproduksi adalah prioritas yang tidak boleh disepelekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....