Campak Dewasa Kian Mengkhawatirkan, Waspada Gejala dan Penularannya
- 26 Apr 2026 09:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Siaran Komunitalk Pro 2 RRI Yogyakarta yang ditayangkan melalui streaming RRI Jogja Official pada Jumat, 17 April 2026, mengangkat topik campak pada orang dewasa.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Ana Fauziyati, M.Sc., Sp.PD dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menjelaskan bahwa campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular dan tak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Menurut Ana, campak disebabkan oleh virus measles yang termasuk dalam golongan Paramyxovirus. Penyakit ini dikenal luas dengan istilah morbili atau rubeola, bahkan di masyarakat Jawa disebut sebagai gabagen.
“Campak adalah penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet saat batuk atau bersin, bahkan virusnya dapat bertahan di udara selama beberapa jam,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persepsi campak sebagai penyakit anak perlu diluruskan. Pada orang dewasa, gejala yang muncul justru bisa lebih berat dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap campak pada kelompok usia dewasa menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang belum pernah divaksin atau memiliki sistem imun lemah.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kasus dalam periode 2025 hingga awal 2026. Pada tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian.
Sementara hingga minggu ke-7 tahun 2026, terdapat 8.224 kasus suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian. Selain itu, tercatat 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB terkonfirmasi yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Lebih lanjut, Ana mengungkapkan, penularan campak terjadi melalui kontak langsung dengan sekret saluran napas atau droplet. Masa penularan dimulai sejak munculnya ruam hingga empat hari setelahnya. Gejala awal meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta kondisi lemas dan penurunan nafsu makan.
“Gejala khas yang perlu diwaspadai adalah munculnya bercak Koplik di dalam mulut dan ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh,” katanya.
Pada kasus dewasa, komplikasi yang dapat terjadi cukup serius, seperti pneumonia, ensefalitis, hingga diare berat yang berpotensi menyebabkan kematian. Kelompok berisiko meliputi individu yang belum pernah mendapatkan vaksin, belum pernah terinfeksi sebelumnya, tenaga kesehatan, serta mereka dengan daya tahan tubuh rendah.
Penanganan campak umumnya bersifat suportif, seperti istirahat, hidrasi yang cukup, pemberian obat penurun demam, serta suplementasi vitamin A. Isolasi juga diperlukan guna mencegah penyebaran lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan, Ana menekankan pentingnya vaksinasi Measles Rubella (MR) atau Measles, Mumps, dan Rubella (MMR) serta menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan penderita.
“Jika mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan yang tepat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....