Antisipasi Penyakit Leptospirosis, Masyarakat Diimbau Hindari Tumpukan Sampah

  • 17 Apr 2026 00:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat sebanyak 15 orang mengalami penyakit leptospirosis sepanjang tahun 2026. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menjelaskan penyakit leptospirosis ini disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira interrogans yang dapat ditularkan melalui air kencing tikus.

Endang menyebut keberadaan tikus erat kaitannya dengan keberadaan sampah. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menghindari keberadaan tumpukan sampah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Di samping itu, masyarakat yang biasa beraktivitas di sawah ataupun di selokan misalnya ketika kerja bakti, juga harus memiliki kewaspadaan yang tinggi. Sebab, di tempat-tempat itu kerap ditemui adanya tikus. Meski tak semua tikus membawa bakteri leptospira interrogans, tapi Endang mengimbau masyarakat untuk tetap menghindari munculnya tikus.

“Kalau bisa pakai APD (alat pelindung diri), misalnya sarung tangan sampai siku itu. Setelah itu membersihkan diri. Kemudian makanan juga harus ditutup jangan sampai kena tikus,” kata Endang, Kamis, 16 April 2026.

Endang menjelaskan masa inkubasi pada penderita leptospirosis adalah 1-9 hari. Gejala yang umum dirasakan tak jauh berbeda dengan masuk angin. Endang menambahkan tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing penderita. Semakin baik daya tahan tubuh, maka gejalanya juga tidak terlalu parah. Sebaliknya, gejala akan parah jika daya tahan tubuh lemah apalagi jika disertai dengan penyakit komorbid.

“Jadi kita yang sehat, yang fit itu juga mungkin tidak mudah sakit. Tapi kalau sudah macam-macam apalagi ada gula, bisa jadi baru sehari sudah langsung terpapar,” ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan menggencarkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Diantaranya adalah beraktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menjaga gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.

“Itu bagian dari upaya kita untuk tetap fit, tetap sehat,” kata Endang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....