Mitos atau Fakta: Hujan Menyebabkab Mudah Demam?

  • 11 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak orang percaya bahwa terkena air hujan secara langsung menjadi penyebab mudah terkena demam. Secara biologis, air hujan sebenarnya hanya air murni yang jatuh dari atmosfer dan tidak mengandung virus flu. Namun, persepsi masyarakat ini muncul erat kaitannya antara paparan suhu dingin dan penurunan sistem imun.

Laman www.sariasih.id menyebutkan bahwa paparan air hujan dalam waktu lama dapat memicu kondisi hipotermia ringan karena suhu tubuh menurun secara drastis. Saat tubuh kedinginan, pembuluh darah di area hidung dan tenggorokan cenderung menyempit untuk mempertahankan panas inti sehingga menghambat sirkulasi sel darah putih yang bertugas melawan patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Selain faktor suhu, air hujan yang turun di daerah perkotaan seringkali membawa polutan dan partikel debu dari udara. Meskipun air hujan itu tidak berbahaya, kotoran yang menempel pada kulit dapat memfasilitasi perkembangan bakteri jika tidak segera dibersihkan. Segera mandi setelah kehujanan sangat disarankan untuk menormalkan suhu tubuh sekaligus membuang kontaminan.

Perubahan cuaca yang ekstrem saat musim hujan juga memengaruhi perilaku virus di lingkungan sekitar kita. Virus penyebab influenza cenderung lebih stabil dan mudah menyebar dalam udara yang lembap serta suhu yang rendah. Hal inilah yang menyebabkan angka penularan penyakit meningkat secara signifikan ketika frekuensi hujan mulai tinggi.

Seringkali, demam yang terjadi setelah kehujanan sebenarnya disebabkan oleh kelelahan fisik yang menurunkan daya tahan tubuh. Jika seseorang sedang dalam kondisi kurang tidur atau stres, tubuh akan lebih lamban merespons serangan virus dari lingkungan sehingga mempercepat munculnya gejala klinis tersebut.

Demam adalah mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi yang sedang berlangsung di dalam. Saat virus berhasil masuk melalui saluran pernapasan yang mendingin, sistem imun akan meningkatkan suhu tubuh untuk membunuh kuman tersebut. Terjadi reaksi pertahanan tubuh terhadap penyusup mikroskopis.

Langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan selalu menjaga kecukupan nutrisi dan hidrasi selama musim pancaroba. Mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin tambahan dapat membantu memperkuat benteng pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Dengan imunitas yang prima, paparan air hujan tidak akan dengan mudah meruntuhkan kesehatan fisik seseorang.

Air hujan hanyalah faktor pendukung yang menciptakan kondisi ideal bagi virus untuk berkembang biak. Kunci utama agar tidak mudah demam terletak pada kemampuan menjaga stabilitas suhu tubuh dan kebersihan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....