Kentut Bau Menyengat? Ini Penyebab dan Cara Menguranginya

  • 28 Feb 2026 17:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kentut merupakan proses alami dalam sistem pencernaan. Namun, tidak sedikit orang merasa terganggu ketika aroma yang dihasilkan sangat menyengat. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan kentut menjadi bau?

Dalam akun Youtube-nya, dr Saddam Ismail menyebutkan beberapa penyebab kentut menjadi bau:

Makanan tinggi sulfur

Beberapa jenis makanan dapat memicu produksi gas berbau:

  1. Daging merah

    Daging sapi dan kambing mengandung protein tinggi yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Semakin lama berada di saluran pencernaan, semakin besar kemungkinan menghasilkan gas berbau.

  2. Sayuran tertentu

    Brokoli, kol, dan kembang kol memang sehat, tetapi dapat memicu gas dengan aroma lebih tajam.

  3. Telur

    Telur dikenal sebagai salah satu sumber sulfur tertinggi sehingga akan menimbulkan gasdengan bau yang tajam.

  4. Bawang – bawangan

    Kedua bahan ini memiliki aroma kuat sejak awal. Saat di dalam usus, senyawa di dalamnya dapat memperkuat bau gas yang dihasilkan.

Kurang serat dan sembelit

Selain makanan, Kurangnya asupan serat dapat menyebabkan sembelit. Ketika buang air besar tidak lancar, kotoran tertahan lebih lama di usus dan mengalami fermentasi bakteri. Proses inilah yang membuat gas yang dihasilkan berbau lebih tajam.

Apakah kentut bisa dibuat wangi?

Secara medis, kentut tidak bisa dibuat wangi seperti parfum. Namun, baunya dapat dikurangi atau dinetralkan dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Cukupi asupan serat

    Serat membantu memperlancar buang air besar dan mencegah penumpukan kotoran di usus. Sumber serat yang baik antara lain pepaya, pisang, dan melon.

  2. Perbanyak minum air putih

    Serat tanpa air justru dapat memperparah sembelit. Air membantu melunakkan feses dan menjaga pergerakan usus tetap lancar. Kondisi usus yang bersih juga akan menghasilkan gas yang bersih.

  3. Konsumsi probiotik

    Yoghurt, tempe, dan makanan fermentasi lainnya mengandung bakteri baik yang membantu menyeimbangkan ekosistem usus sehingga gas yang dihasilkan tidak berbau.

  4. Batasi makanan pemicu sementara

    Jika akan menghadiri acara penting, sebaiknya hindari sementara makanan tinggi sulfur seperti durian, telur rebus, atau kol goreng. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti nasi ayam atau sup bening.

  5. MInum teh herbal

    Jahe atau papermint memiliki efek menenangkan perut serta mengurangi produksi gas berlebih.

Bau kentut berkaitan dengan komposisi kimia gas hasil fermentasi makanan di dalam usus, terutama gas yang mengandung sulfur. Kondisi ini normal selama tidak disertai gejala lain seperti nyeri hebat, diare berkepanjangan, atau gangguan pencernaan serius.

Menjaga pola makan seimbang, memperbanyak serat, cukup minum air, dan merawat kesehatan usus menjadi kunci agar produksi gas tetap terkendali. Dengan begitu, sistem pencernaan tetap sehat dan aktivitas sehari-hari pun lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....