Waspada Leptospirosis, Resiko Kematian Tinggi

  • 21 Jan 2026 23:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Musim hujan beresiko memunculkan penyakit Leptospirosis, yang ditularkan melalui kencing tikus. Penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia ini, resiko kematiannya tinggi meski sering luput dari perhatian masyarakat.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY) Tri Wulandari menjelaskan, penyakit leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira. Bakteri tersebut hidup alami di organ ginjal tikus, dan dikeluarkan melalui urin binatang tersebut.

”Jika urin tersebut mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitar, sangat rentan menjadi sumber penularan bagi manusia maupun hewan lainnya,” katanya, Rabu 21 Januari 2026.

Selain berisiko bagi manusia, urin tikus yang mengandung bakteri Leptospira, juga dapat menginfeksi hewan lain, seperti ternak maupun hewan domestik. Jika terinfeksi, maka hewan-hewan tersebut berpotensi menjadi sumber penularan baru.

Lingkungan yang terkontaminasi urin tikus, menjadi media utama penularan leptospirosis pada manusia. Meski prevalensinya tidak setinggi beberapa penyakit menular lain.

Leptospirosis menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian serius. Namun hingga kini leptospirosis masih belum menjadi prioritas utama dalam sistem penanganan kesehatan masyarakat.

”Penularan leptospirosis terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka,” ucapnya. ”Juga melalui selaput lendir atau tertelan secara tidak sengaja saat seseorang kontak dengan air atau lingkungan yang terkontaminasi urin tikus.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....