Pakar UGM Ungkap Pemicu Longsor dan Pentingnya Mitigasi

  • 29 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Badan Geologi mengingatkan adanya potensi gerakan tanah tinggi di 12 provinsi di Indonesia yang dapat memicu bencana tanah longsor. Menanggapi hal tersebut, Dosen Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Prof Wahyu Wilopo menjelaskan bahwa longsor tidak hanya berkaitan dengan curah hujan.

Wahyu Wilopo menyampaikan bahwa kondisi suatu lereng dipengaruhi oleh sejumlah faktor pengontrol sebelum pemicu terjadi. Faktor pengontrol meliputi kemiringan lereng, kondisi tanah dan batuan, struktur geologi, hidrologi, serta tata guna lahan.

"Daerah yang rawan longsor itu khususnya Jawa dan Sumatera, daerah yang punya topografi sebagai daerah pegunungan. Selain faktor kontrol, tidak akan terjadi longsor bila tidak ada pemicu," ujarnya pada Selasa, 29 September 2026.

Ia memaparkan tiga pemicu utama longsor, yaitu curah hujan, getaran, dan aktivitas manusia. Air hujan yang meresap meningkatkan beban lereng, guncangan gempa bumi merusak kestabilan tanah, sedangkan pemotongan lereng oleh manusia dapat merusak struktur alami.

Menurutnya, pergerakan tanah juga dapat berlangsung perlahan tanpa hujan, seperti fenomena rayapan tanah pada lapisan lempung. Namun, risikonya akan meningkat saat memasuki musim hujan karena air masuk melalui retakan tanah.

"Pada waktu musim penghujan pertama itu adalah kritikal, karena air masuk ke dalam retakan dan bisa memicu timbulnya longsor," katanya.

Terkait mitigasi, Wahyu Wilopo menekankan pentingnya Early Warning System (EWS) yang memantau curah hujan dan deformasi lereng. Selain EWS, penataan ruang berbasis peta kerentanan bencana serta edukasi masyarakat menjadi langkah penanganan nonstruktural yang krusial.

"EWS sudah memberikan informasi, tapi kalau masyarakatnya tidak merespons dengan baik, ya tidak ada gunanya. Penyadaran masyarakat penting dilakukan untuk menghadapi mitigasi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....