Pakar UGM Bagikan Strategi Rawat Hijauan Pakan Ternak saat Kemarau

  • 10 Sep 2026 11:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kemarau panjang kerap mengancam keberlangsungan lahan hijauan pakan ternak, terutama di wilayah dengan curah hujan rendah. Kondisi ini menuntut pengelolaan budidaya yang tepat agar tanaman tetap bertahan hidup dan kembali produktif saat musim hujan tiba.

Akademisi Fakultas Peternakan UGM Miftahush Shirothul Haq menjelaskan, selama puncak kekeringan prioritas utama peternak adalah mempertahankan kondisi tanaman dan kelembapan lahan, bukan mengejar produktivitas maksimal.

“Mulsa organik dari jerami, sekam, atau sisa panen dapat digunakan di sekitar pangkal tanaman untuk menekan penguapan dan mempertahankan kelembapan tanah,” katanya, Kamis, 10 September 2026.

Miftahush menyarankan penyiraman hemat air melalui metode irigasi tetes yang diprioritaskan untuk bibit muda dan tanaman indukan. Selain itu, penggunaan pupuk anorganik sebaiknya dikurangi karena berisiko memicu stres pada tanaman di tengah suhu panas.

Sebagai gantinya, pemanfaatan kompos atau pupuk kandang matang menjadi alternatif yang aman karena mampu memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan daya simpan air.

Selain pengelolaan tanah, pola pemotongan hijauan pakan juga perlu disesuaikan. Interval pemotongan sebaiknya diperpanjang dengan menaikkan sisa tinggi potong agar tanaman tetap memiliki cadangan energi pada akar.

“Pemangkasan legum pohon seperti Indigofera, lamtoro, dan gamal sebaiknya dilakukan secara ringan selama puncak kemarau. Ketika hujan mulai turun, pemotongan dapat ditingkatkan bertahap untuk merangsang tunas baru,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....