GAMAICEB 2026 UGM Bahas Transformasi Digital dan Keberlanjutan Ekonomi

  • 20 Sep 2026 12:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Sebanyak 138 akademisi, peneliti, dan pakar dari 11 negara berkumpul membahas transformasi digital serta pembangunan berkelanjutan dalam ajang The 14th Gadjah Mada International Conference on Economics and Business (GAMAICEB) 2026.

Konferensi internasional besutan Unit Publikasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ini berlangsung pada 16–17 September 2026 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta, dengan mengusung tema “Governing the Future: Digital Transformation and Sustainable Development in a Changing Global Economy”.

Dekan FEB UGM Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. menyampaikan bahwa transformasi digital membuka peluang pertumbuhan ekonomi inklusif, namun sekaligus menghadirkan tantangan tata kelola regulasi dan keamanan siber.

“Kami berharap konferensi ini menjadi wadah yang produktif untuk berbagi wawasan, membangun jaringan, dan merumuskan rekomendasi kebijakan praktis demi ketahanan ekonomi jangka panjang dan kemakmuran bersama,” ujarnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menyoroti pentingnya dialog lintas negara untuk menyelaraskan inovasi digital dengan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijak tanpa memperlebar ketimpangan sosial.

“Transformasi digital tidak boleh memperparah ketimpangan atau kerentanan hukum. Sebaliknya, tata kelola yang cerdas harus berkontribusi terhadap inklusi sosial, keberlanjutan lingkungan, transparansi, dan nilai publik jangka panjang,” ujar Danang.

Ketua Panitia GAMAICEB 2026 Arika Artiningsih, Ph.D. menjelaskan bahwa 138 peserta yang hadir berasal dari Indonesia, Polandia, Taiwan, Jepang, Hungaria, Kazakhstan, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Pakistan, hingga Meksiko. Para peneliti mempresentasikan riset mereka di bidang akuntansi, ekonomi, dan manajemen.

Konferensi ini turut menghadirkan empat pembicara kunci (keynote speakers), yakni Prof. Syaiful Ali, Ph.D. (FEB UGM), Dr. Siwage Dharma Negara (ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura), Dr. Mohd Hairul Azrin Haji Besar (Universiti Brunei Darussalam), serta Elinor Kasapidis (CPA Australia).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....