Prof Nurul Indarti Dipercaya Jadi Associate Editor Jurnal Q1 Emerald

  • 20 Sep 2026 14:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof. Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom., M.Si., Ph.D. dipercaya menjadi Associate Editor pada Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies (JEEE). JEEE merupakan jurnal internasional bereputasi terbitan Emerald yang terindeks Scopus Q1 dan Web of Science.

Prof. Nurul telah mengemban amanah tersebut sejak April 2025. Penunjukan ini tidak lepas dari rekam jejak akademisnya selama lebih dari dua dekade di bidang kewirausahaan, inovasi, hingga kewirausahaan sosial dan keberlanjutan.

Sebagai Associate Editor, ia bertanggung jawab langsung dalam proses evaluasi manuskrip, memastikan ketepatan metode riset, serta mengawal kualitas proses penelaahan sejawat (peer review).

“Menjadi Associate Editor bagi saya bukan sekadar memiliki posisi dalam sebuah jurnal. Kita ikut bertanggung jawab terhadap kualitas pengetahuan yang nantinya dipublikasikan,” ujar Prof. Nurul.

Pakar Kewirausahaan dan Inovasi ini mendorong para peneliti dari negara berkembang (emerging economies) agar tidak sekadar menjual keunikan konteks lokal atau data empiris semata. Riset harus mampu memberi kontribusi teoritis serta menjawab perdebatan akademis tingkat global.

Menurutnya, fenomena di negara berkembang kerap menunjukkan keterbatasan teori-teori konvensional (insufficiency of explanation) yang mayoritas lahir dari negara maju dengan institusi terstruktur.

Emerging economies bukan sekadar research setting. Ia bisa menjadi ruang untuk menguji, menantang, dan mengembangkan teori,” katanya.

Kehadirannya di jajaran redaksi jurnal dunia diharapkan membawa dampak institutional learning bagi FEB UGM, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademis internasional.

Kepada para peneliti muda, Prof. Nurul berpesan agar tidak menjadikan target publikasi sebagai tujuan utama, melainkan berfokus pada penemuan masalah ilmiah yang bermakna.

“Peneliti yang baik bukan hanya yang banyak menghasilkan publikasi, tetapi yang memiliki rasa ingin tahu, disiplin terhadap data, terbuka terhadap kritik, dan mempunyai ketekunan untuk terus memperbaiki karya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....