Profesor UMY Teliti Kehidupan Orang Kerinci di Negeri Jiran

  • 03 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pakar Migrasi UMY Profesor Mahli Zainuddin memaparkan hasil riset panjang yang ia lakukan, tentang sejarah migrasi masyarakat Kerinci di Negeri Jiran. Riset tersebut bermula, saat ia pertama kali berkunjung ke Kuala Lumpur tahun 2000.

Saat naik MRT di Kuala Lumpur, ia menemukan stasiun bernama Stesyen Kampung Kerinchi. Maka, Profesor Mahli pun penasaran yang kemudian melakukan riset mendalam, terhadap kehidupan orang-orang Kerinci yang tinggal di Negara Malaysia.

”Tema riset ini membawa saya mampu menembus jurnal internasional bereputasi tinggi (Q-1), dan meraih gelar profesor” katanya secara tertulis, Senin, 3 Agustus 2026. ”Saya melakukan observasi dan wawancara mendalam di berbagai lokasi.”

Lokasi-lokasi itu meliputi tiga desa di Indonesia, serta tiga kawasan permukiman Kerinci di Malaysia, meliputi Hulu Langat, Sungai Buluh, dan Kampung Kerinci. Menurut Profesor Mahli, kondisi geografis Kerinci di kawasan pegunungan dan pedalaman.

Sehingga, membentuk tiga karakter utama masyarakatnya. Yakni keras hati, senang dipuji, dan cenderung merajuk ketika menghadapi sebuah konflik. Uniknya, sifat merajuk justru bertransformasi menjadi pendorong utama keberhasilan mereka di perantauan.

”Merajuk adalah sikap tidak senang dengan diam atau menjauhkan diri dari persoalan,” ujarnya. ”Namun, merajuk juga menjadi energi dahsyat yang mendorong anak muda Kerinci merantau dan menundukkan berbagai tantangan di negeri orang.”

Selain faktor budaya, tekanan ekonomi turut memicu migrasi massal penduduk Kerinci ke Malaysia. Pada era tahun 1970–1980-an, Kerinci adalah produsen utama kulit manis, yang menyumbang 60 persen produksi kawasan Sumatera.

Namun, harganya anjlok parah bersama komoditas kopi di awal tahun 2000-an. Tahun 2001–2003 adalah masa paling sulit bagi orang Kerinci Hilir akibat anjloknya harga kulit manis dan kopi, sehingga pekerjaan ”Ngupan” (buruh) terpaksa dijalani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....